Sabtu, 01 Juni 2013

Love Story *Chapter 1 - Promises





~Chapter 1~
<3 Promises <3

Cast                                                                                                                                                              :
-          Ahn Daniel (Niel)
-          Kan Min Young (MinYoung/Young-K)
-          Lee Hyun Ah (Hyura)
-          Yoo Chang Hyun (Ricky)

Pagi hari yang cerah di musim semi. Bunga sakura yang sengaja ditanam di halaman sekolah sudah tumbuh besar dan bisa menunjukkan mahkota bunganya yang begitu indah. Musim ini adalah musim yang paling ditunggu-tunggu oleh semua orang. Berbeda dengan pria satu ini, ia berlari dengan terburu-buru seakan ada sesuatu yang sangat mendadak. Ia tak menikmati hari pertama musim semi ini.
“Aku sudah berjanji… Yang namanya janji tidak boleh dilanggar….” Gumamnya dalam hati. Langkah kakinya yang cepat ditambah keringat yang cukup bercucuran itu menunjukkan bahwa ia sedang terburu-buru.
                Sementara di tempat lain, seorang wanita yang memiliki rambut hitam panjang itu berdiri di depan halte bis yang sudah ramai oleh orang yang memiliki tujuan sama, yakni menunggu bis datang. Tak lama, bis pun datang, dan semua orang masuk ke dalam bis tersebut. Terkecuali wanita satu ini. ia diam tanpa kata, tetap pada posisinya. Hingga bis penuh dan pergi dari hadapannya.
“Dia sudah janji…. 10, 9, 8, 7, 6….” Gumamnya. Ia terus saja menghitung mundur seraya melihat jarum jam yang terus bergerak di jam tangan miliknya.
“5, 4, 3, 2…..” kini ia berdiri sendirian di depan halte bis.
“1!!”
                Tak lama, seorang pria berlari dengan kecepatan yang sama. Ia terlihat terengah-engah sekali.
“Young-K!!” teriaknya ketika melihat seorang wanita bernama Young-K semakin dekat. Wanita yang merasa dipanggil itu menoleh ke sumber suara dan melipat tangan di depan dadanya.
“La… lama menunggu, ya?” pria itu memulai percakapan dengan napas yang tak teratur. Young-K tidak memberikan reaksi apapun, sehingga pria itu tersenyum memaksa.
“Mi… Mian…” belum sempat pria itu menjelaskan maksud ucapannya, Young-K memotong pembicaraannya.
“Ahn Daniel!! Kau terlambat 3 detik!” teriak Young-K dengan kemarahannya.
“Ya ampun.. Hanya 3 detik saja.. Hehe..” jawab pria yang diketahui bernama Daniel itu dengan sedikit candaan.
“Tetap tidak boleh! LIhat perjanjian nomor 3!!” Young-K membuka sebuah buku catatan yang sudah ia pegang sedaritadi.
“Tidak boleh sedetikpun terlambat dari janji bertemu. Kau tidak lupa, kan?” tanya Young-K. Ia memberikan tasnya kepada Daniel. Mungkin itu hukuman yang diberikan oleh Young-K karena Daniel tidak menepati janjinya.
“Kau harus ingat janji, Niel! Hati-hati!” jelas Young-K.
“Ne.. Mianhaeyo..” Niel hanya menundukan kepalanya.
                Akhirnya, bis selanjutnya datang. Young-K pun masuk ke dalam bis terlebih dahulu. Dan Niel menyusulnya. Mereka duduk bersama di depan.
“Kau tau, kan? Ini adalah pelanggaranmu yang ke-3 selama bulan ini! Ingkar janji!” Young-K terlihat membuka lembaran buku catatannya lagi.
“Perjanjian nomor 128. Kau ingat, tidak?” Niel menolehkan pandangannya keluar. Perasaannya selalu buruk ketika Young-K membicarakan masalah janji.
“Kalau dalam sebulan kau ingkar janji sampai 5 kali, kita harus putus!” Niel pun terkejut dengan perkataan itu.
“Hati-hati ya.. Aku.. sangat benci dengan pria yang tidak bisa menepati janji.” Young-K menutup buku catatannya.
*****
                Sesampainya di sekolah, Niel memberikan tas Young-K.
“Gomawo, Niel..” ujarnya dengan sifat Kan Min Young yang seperti biasanya.
“Cheonma.. Itu memang hukumanku, kan?” jawab Niel tersenyum.
“Hmm, ne.. Lain kali kau harus ingat janji, ya!” ketika berpikir tentang janji, sifatnya berubah lagi seperti itu.
“Hmm….” Tak lama, bel pun berbunyi, tanda pelajaran akan segera dimulai.
“Annyeong! Sampai nanti!” Young-K berlari menuju kelasnya. Niel masih berdiri di tempatnya dan menunggu Young-K masuk ke dalam kelasnya.
“Terkadang, aku merindukan sifatmu yang ceria. Namun, setelah kita memiliki hubungan, kenapa kau begitu sensitive dengan janji?” ujarnya.
****
                Di dalam kelas 1-1 saat itu sangatlah ramai. Mengapa? Tentu saja, guru pelajaran hari itu tidak hadir dan hanya memberikan tugas kepada mereka. Tetapi mereka tidak mengerjakannya. Mereka berpikir itu akan dijadikan pekerjaan rumah saja. Tentu saja waktu itu sangat dimanfaatkan oleh mereka. Tak terkecuali Daniel. Ia duduk di bangkunya seraya menjatuhkan kepalanya di meja.
“Ukhhhh…” keluhnya. Keluhan itu terdengar oleh Ricky dan Hyura yang berada di bangku dekatnya.
“Kyaa! Ahn Daniel!” ujar Hyura.
“Kau kenapa?” sambung Ricky. Mereka mendekati bangku Niel untuk mengajaknya berbicara.
“Ah, Hyura? Ricky?” jawab Niel. Ia membangkitkan kepalanya agar bisa berbicara dengan mereka.
“Sudah mendapat pacar cantik, masih berkeluh kesah… Kemarin, kau baru kencan dengan Kan Min Young, kan?” tanya Ricky. Hyura dan Ricky pun terkekeh karena Niel kini sudah menyandang predikat berpacarannya.
“Sepertinya… Kami akan putus..” jawab Niel melihat keluar kelas.
“Mwo?!” Ricky terkejut dengan pernyataan Niel. Tentu saja. Baru saja kemarin Niel berkencan dengan Young-K. Mana mungkin begitu singkat?
“Memangnya kenapa?” tanya Hyura penasaran.
“Bulan ini masih tersisa 2 minggu, kan?” tanya Niel lagi.
“Aku… sepertinya tidak akan sanggup.” Sambungnya lagi dengan lesu.
“Ne? Memangnya ada apa??” tanya Hyura begitu penasaran. Begitupun dengan Ricky.
“Sepertinya kalian sangat ingin tahu?” ujar Niel.
“Kyaa! Ppalli!!”
                Akhirnya, Niel pun menceritakan semua yang terjadi antara ia dan Young-K kepada Ricky dan Hyura dengan panjang lebar sehingga mereka pun mengerti permasalahannya.
“Seharusnya aku tak mengatakannya pada siapapun…” jelasnya.
“Oh, jadi seperti itu..” ujar Ricky menanggapinya.
“Apa-apaan itu? Hubungan apa itu? Itu sih sama saja kau dikontrak mati! Dia berpikir seperti apa, sih?” Hyura begitu antusiasnya menanggapi permasalahan Niel.
“Gwaenchana, Hyura.. Itu memang salahku sendiri, tidak menepati janji..” jawab Niel dengan perasaan yang tenang.
“Kenapa kau menyalahkan dirimu sendiri? Kau pasti tidak menyukainya, kan? Semuanya dikendalikan olehnya…”
“Bukan tidak suka, tapi aku tidak mengerti…” Niel pun tertunduk dan tersenyum kecil.
“MinYoung~ah, apa sampai saat ini kau masih suka padaku?” batin Niel dalam hati.
“Bukankah kalian bisa berpacaran karena MinYoung menyatakan perasaannya padamu?” tanya Hyura lagi.
“Ne.. Tapi… aku tidak tenang. Tidak yakin, apa dia masih menyukaiku…”
“Yah, itu salahmu sendiri. Kau ini namja yang tidak tegas dan plin plan… Jika aku jadi kau, aku tidak akan mengalah begitu saja padanya. Kubabat habis yeoja itu!” Ricky pun membuka mulutnya kali ini. Tetapi, itu tentu saja perkataan yang menyakiti pihak Young-K maupun Niel.
“Ricky!!” Hyura memelototi Ricky, agar sebaiknya ia diam saja.
“Omongan ngaco Ricky jangan kau ambil hati, ya..” Hyura mencoba membuat Niel tenang.
“Aniyo..” jawabnya.
“Tapi, omongan Ricky mungkin ada benarnya juga…” Hyura pun berpikir. Ricky sudah tersenyum membanggakan dirinya.
“Tapi tidak semuanya!” Hyura melirik sinis Ricky yang sudah senang.
“Kau merasa tidak tenang, bukan? Apa mungkin dia juga merasakan hal yang sama?” tanya Hyura. Niel menatapnya kebingungan.
“Kau harus bersikap sebagai namja yang menyukainya.. Bukan hanya disukainya!” sambung Hyura.
****
                Malam hari itu, Niel terlihat duduk di meja belajarnya. Sampai kapanpun ia mencoba untuk memfokuskan dirinya ke depan buku, tetapi pikirannya selalu tertuju pada ucapan Hyura tadi siang yang masih mengganjal di hatinya. Ia masih belum mengerti dengan apa yang Hyura utarakan.
Bukan hanya disukai, tetapi juga menyukai….
“Kalau begitu, aku harus bagaimana??!!” gumamnya seraya mengacak rambutnya.
“Ah!! Mungkin, satu-satunya cara, aku harus genapi semua janji!!”
                Niel pun memegang ponselnya dan segera mencari nomor telepon.
“Perjanjian nomor 2: tiap hari telepon..”
“Halo, Young-K? Ini aku, Niel…” ujarnya dalam telepon.
“Ah, aniyo.. Hanya ingin menanyakan kabarmu saja.. Bagaimana kabarmu??”
“Nado.. Aku meneleponmu dulu, setelah itu aku akan belajar!”
“Ne… Annyeong!” Niel pun menutup teleponnya.
“Aissh, baru saja aku menelepon, kau menyuruhku belajar dahulu! Ige mwoya????”
****
                Di hari minggu, Niel dan Hyura akan bertemu seperti pasangan-pasangan kekasih lainnya. Kali ini Niel menepati janjinya, tidak terlambat sedetik pun, bahkan ia datang 30 menit sebelum waktu yang dijanjikan.
“Niel? Kau sudah datang?” sapa Young-K. Hari ini Young-K terlihat begitu cantik dengan pakaiannya.
“Ne.. Kau pasti begitu mempersiapkan hari ini sehingga aku datang pertama…” candanya.
“Ah, tidak terlalu. Tapi, mianhae membuatmu menunggu.. ^^” Young-K pun meminta maaf dan mereka segera masuk ke dalam bis. Mereka duduk bersama di belakang. Ketika ada seorang wanita cantik yang berjalan mendekati mereka untuk duduk di sebelah mereka, Niel memandangnya.
“Wow…” batin Niel dalam hati.
“Niel!” Young-K menyenggol pundak Niel dengan nada marahnya.
Perjanjian no. 15: selagi kencan, tidak boleh melirik yeoja lain
Pelanggaran!!
****

#To Be Continued







Tidak ada komentar:

Posting Komentar