Selasa, 04 Juni 2013

Love Story *Chapter 3 - Love in Locker


~Chapter 3~
<3 Love in a Locker 1 <3
Cast       :
-          Yoo Chang Hyun (Ricky)
-          Lee Hyun Ah (Hyura)
-          Ahn Daniel (Niel)

Cahaya matahari sudah mulai berada di puncaknya. Hari ini adalah hari sabtu, semua ekstrakulikuler akan mengadakan latihannya secara serentak. Oleh karena itu, jam pelajaran pada hari sabtu tidak terlalu padat seperti biasanya. Setelah jam menunjukkan pukul 13.00,
semua murid bisa masuk ke ruangan ekskulnya masing-masing, ada juga murid yang langsung pulang ke rumahnya.
Tak terkecuali dengan namja satu ini. Yoo Chang Hyun. Atau ia lebih akrab disapa Ricky. Setiap minggu, ia pasti mengikuti latihan ekskul basket. Walaupun postur tubuhnya tak terlalu tinggi, tapi ia yakin setelah berlatih sekian lama, postur tubuhnya menjadi ideal.
“Ricky, hari ini kau latihan basket lagi?” tanya Niel ketika mengemasi barang-barangnya untuk pulang ke rumah.
“Tentu. Kau tahu? Aku 2cm lebih tinggi dari sebelumnya… Hahaha…” Ricky pun berdiri, diikuti oleh Niel. Tanpa sengaja, mereka berdiri dan terlihat sekali kalau Ricky tidak lebih tinggi dari Niel. Ia masih belum bisa mengalahkan Niel.
“Jinjja??” tanya Niel seraya melihatnya sedikit menunduk.
“Aissh! Sepertinya tidak. Hehe…” Ricky menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.
“Kyaa! Sedang apa kalian??” tiba-tiba Hyura muncul di belakang mereka.
“Aniyo…” jawab Niel tenang.
“Hmm, Ricky? Kenapa kau tidak segera mengganti pakaianmu??” tanya Hyura ketika melihat Ricky masih memakai seragamnya.
“AH, ne! Aragesseumnida, Manager-ssi!” Ricky segera pergi dari tempatnya.
“Manager?” tanya Niel kebingungan.
“Ne, kau belum tahu? Sejak minggu kemarin aku menjadi manager klub basket. Awalnya aku juga bingung harus berbuat apa. Tapi manager sunbaenim sebelumnya membantuku juga…” jawab Hyura dengan antusiasnya. Mereka terdiam sejenak dengan anggukan.
“Bukankah kau akan menemui Young-K mu?” tanya Hyura.
“Ah, ne! Sampai jumpa besok!!” Niel segera meninggalkan kelasnya.
“Akhirnya aku sendiri… Sendiri?!” Hyura melirik sekitar kelasnya dan segera pergi dari kelas itu.
****
                Ricky dan kelompok klub basket mendekati locker mereka masing-masing. Tentu saja, mereka akan mengganti seragam mereka. Namun, Ricky justru menunggu semuanya menjauh agar ia bisa sendiri.
“Ricky, kami duluan!” ujar teman satu klubnya. Ricky pun mengangguk.
“Ne!” setelah mendapati mereka sudah menjauh, Ricky segera membuka lockernya. Dan benar saja dengan apa yang diduga oleh Ricky. Ia mendapati sebuah surat di lockernya.
                Akhir-akhir ini Ricky sering dikirimi sebuah surat dari secret admirer-nya berinisial M. Walau Ricky sedikit risih dengan rasa penasaran itu, tetapi ia selalu senang ketika mendapatkan surat tersebut. Isinya selalu membuat semangat Ricky membara. Makanya, ia sengaja membuka lockernya ketika tak ada orang, agar tak ada yang bisa mengetahuinya.
                Secara perlahan, Ricky membuka surat itu. Ia membaca tulisan ‘Untuk Yoo Chang Hyun dari M’ seraya tersenyum. Lalu, ia membaca isi surat itu. Tanpa ia sadari, ia tersenyum bahagia membacanya.
****
“Sip! Baiklah!” suara Ricky begitu semangat ketika berlatih basket. Ia mengeluarkan seluruh kemampuannya dengan sungguh-sungguh.
“Pass! Pass!”
“Berhenti, pabo! Hands up!” begitulah suara teriakan para pemain basket hari itu.
“Defence!” akhirnya terdengarlah suara bola yang masuk ke dalam ring basket. Mereka bersorak dengan semangat.
“Yoo Chang Sub akhir-akhir ini jadi semangat sekali.. “ ujar manager sunbaenim yang memperhatikan permainan hari itu.
“Padahal ketika awal musim semi dia bilang ingin keluar dari klub basket. Sekarang malah semangat sekali!” sambungnya. Hyura yang merasa diajak berbicara pun menanggapinya.
“Ne. Ada apa dengannya ya, sunbae? Di kelas, ia juga berbeda dengan sebelumnya….”
****
                Setelah selesai berlatih, Ricky segera mendekati jajaran keran yang tak jauh dari lapang basket. Ia hendak mencuci wajahnya.
“Kyaa! Ricky!” sapa Hyura ketika mendapati teman sekelasnya itu sedang mencuci wajahnya.
“Hehe… Manager-ssi?” jawabnya.
“Hmm, kau ini. Panggil saja aku Hyura, seperti biasanya. Akhir-akhir ini kau begitu semangat? Apa ada yang terjadi?” tanya Hyura seraya memberikan anduk kecil.
Ricky mengelap wajahnya dengan anduk kecil tersebut dan berkata, “Gomapta. Aaa, jinjja? Tapi aku memang biasa seperti ini, kan?”
“Maksudmu? Permainanmu bagus?”
“Aku tidak bilang begitu….”
“Aisssh! Nanti kita pulang bersama, ne? Ada yang ingin aku bicarakan…” Hyura pun pergi dari tempatnya.
“Mwo? Ada apa?” pertanyaan Ricky kali ini tidak dijawab oleh Hyura, karena Hyura sudah pergi.
****
                Akhirnya, latihan klub basket pun berakhir. Hyura sudah menunggu di depan gerbang sekolah. Ia memang menunggu Ricky disana.
“Aissh, namja itu…. Selalu lama..” gerutunya. Tak lama, seorang namja yang dari kejauhan terlihat seperti menggapaikan tangannya pada Hyura mulai mendekatinya. Ternyata, Ricky sudah datang.
“Kyaa! Kau lama sekali! Apa yang kau lakukan disana?” tanya Hyura pada Ricky. Ricky tak menjawabnya dan segera mengajak mereka untuk pulang.
“Kajja!” mereka berdua pun pulang bersama. Terlebih, mereka memiliki rumah yang satu jalur.
“Akhir-akhir ini kau rajin latihan, ya!” ujar Hyura memulai pembicaraan ketika di tengah perjalanan. Kali ini mereka pulang berjalan kaki. Karena, jarak dari rumah ke sekolah tidak terlalu jauh bagi mereka.
“Hehe.. Begitulah! Besok masih ada latihan, kan? Untuk ikut pertandingan minggu depan!” jawabnya.
“Ah, ne.. Kau akan latihan besok?”
“Tentu saja. Soalnya, aku sudah janji akan ikut pertandingan minggu depan!” Ricky menjawabnya dengan ceria.
“Janji? Dengan siapa?” tanya Hyura penasaran. Ia menolehkan pandangannya pada Ricky.
“Ne?! Eum… Aniyo… Tadi katanya kau ingin bicara? Bicara apa?” Ricky mengalihkan pembicaraannya. Wajahnya terlihat seperti cemas.
“Kau sendiri ingin bicara apa?!” Hyura balik bertanya. Ia masih penasaran dengan sikap Ricky yang mencurigakan.
“Hmm, tapi…” tak sempat Ricky menyelesaikan ucapannya, Hyura menyiapkan kepalan tangannya yang ia simpan di depan wajah Ricky.
“Ah, baiklah. Kau ini kan manager klub.. Tapi, kau harus janji tidak akan bilang pada siapapun!” jawab Ricky.
“Janji? Aku takut seperti pasangan Niel-Young K! Hehe…”
“Kyaa! Ini berbeda! Ya sudah kalau tidak ingin tahu…”
“Baiklah… Yaksokhae! Mulutku digembok deh!” Hyura menutup mulutnya seakan-akan digembok.
“Sebetulnya…. Aku sedang bertukar surat dengan seorang yeoja…”
“Ah… Jinjja?? Isssh, ternyata kau centil juga, ya??” Hyura tertawa kecil.
“Jangan berpikir macam-macam dulu! Kau ini!”
“Yeoja seperti apa dia?”
“Mollayo…”
“Siapa namanya? Umurnya?”
“Mollayo…” Ricky menjawabnya dengan jawaban yang sama seperti sebelumnya.
“Kau ingin curhat atau mengerjaiku?” tanya Hyura sedikit kesal.
“Memang begitu kenyataannya!! Aku hanya tahu.. dia siswi satu sekolah dengan kita.. Inisialnya M..” jelas Ricky.
#Flashback
                Awal musim semi>>>
                Saat itu Ricky tengah down karena gagal dipasang untuk turun di pertandingan regular, padahal ia sangat yakin akan terpilih. Ia sudah berpikir untuk berhenti dari klub basket. Akhirnya, surat pertama dari ‘M’ muncul di lockernya. Isinya adalah…..
                Aku adalah penggemar beratmu. Aku selalu mengamatimu tiap kali kau bermain basket. Teruslah berjuang! Hwaiting! ^^
#Flashback end
“Saat itu juga aku merobek dan membuang suratnya.”
“Omo! Kejam sekali!”
“Habisnya, kupikir ada yang mengerjaiku. Memangnya siapa yang akan naksir padaku yang gagal ikut pertandingan regular? Tapi… ternyata aku salah sangka. Dia betul-betul mendukungku lewat surat…” Ricky berhenti sejenak.
“Sejak saat itu, setiap hari pasti ada surat darinya. Dia benar-benar memantauku terus lewat surat… aku jadi senang.. Hehe..” jelasnya lagi.
“Aaa, jinjja?” Hyura membuka suaranya.
“Ne. Setelah itu, aku menulis jawaban dan memasukkannya ke dalam locker. Dan mulailah kami surat-suratan…”
“Aku… mungkin sudah terpikat padanya..” Ricky sangat serius ketika menceritakan semuanya.
“Ne?” tanya Hyura kaget.
*****
#To Be Continued

Tidak ada komentar:

Posting Komentar