~Chapter 3~
<3 Love in a Locker 1 <3
Cast :
-
Yoo Chang
Hyun (Ricky)
-
Lee Hyun
Ah (Hyura)
-
Ahn
Daniel (Niel)
Cahaya matahari sudah mulai berada di puncaknya. Hari ini
adalah hari sabtu, semua ekstrakulikuler akan mengadakan latihannya secara
serentak. Oleh karena itu, jam pelajaran pada hari sabtu tidak terlalu padat
seperti biasanya. Setelah jam menunjukkan pukul 13.00,
semua murid bisa masuk
ke ruangan ekskulnya masing-masing, ada juga murid yang langsung pulang ke rumahnya.
Tak terkecuali dengan namja satu ini. Yoo Chang Hyun. Atau
ia lebih akrab disapa Ricky. Setiap minggu, ia pasti mengikuti latihan ekskul
basket. Walaupun postur tubuhnya tak terlalu tinggi, tapi ia yakin setelah
berlatih sekian lama, postur tubuhnya menjadi ideal.
“Ricky,
hari ini kau latihan basket lagi?” tanya Niel ketika mengemasi barang-barangnya
untuk pulang ke rumah.
“Tentu.
Kau tahu? Aku 2cm lebih tinggi dari sebelumnya… Hahaha…” Ricky pun berdiri,
diikuti oleh Niel. Tanpa sengaja, mereka berdiri dan terlihat sekali kalau
Ricky tidak lebih tinggi dari Niel. Ia masih belum bisa mengalahkan Niel.
“Jinjja??”
tanya Niel seraya melihatnya sedikit menunduk.
“Aissh!
Sepertinya tidak. Hehe…” Ricky menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.
“Kyaa!
Sedang apa kalian??” tiba-tiba Hyura muncul di belakang mereka.
“Aniyo…”
jawab Niel tenang.
“Hmm,
Ricky? Kenapa kau tidak segera mengganti pakaianmu??” tanya Hyura ketika
melihat Ricky masih memakai seragamnya.
“AH,
ne! Aragesseumnida, Manager-ssi!” Ricky segera pergi dari tempatnya.
“Manager?”
tanya Niel kebingungan.
“Ne,
kau belum tahu? Sejak minggu kemarin aku menjadi manager klub basket. Awalnya
aku juga bingung harus berbuat apa. Tapi manager sunbaenim sebelumnya
membantuku juga…” jawab Hyura dengan antusiasnya. Mereka terdiam sejenak dengan
anggukan.
“Bukankah
kau akan menemui Young-K mu?” tanya Hyura.
“Ah,
ne! Sampai jumpa besok!!” Niel segera meninggalkan kelasnya.
“Akhirnya
aku sendiri… Sendiri?!” Hyura melirik sekitar kelasnya dan segera pergi dari
kelas itu.
****
Ricky dan kelompok klub basket
mendekati locker mereka masing-masing. Tentu saja, mereka akan mengganti
seragam mereka. Namun, Ricky justru menunggu semuanya menjauh agar ia bisa
sendiri.
“Ricky,
kami duluan!” ujar teman satu klubnya. Ricky pun mengangguk.
“Ne!”
setelah mendapati mereka sudah menjauh, Ricky segera membuka lockernya. Dan
benar saja dengan apa yang diduga oleh Ricky. Ia mendapati sebuah surat di
lockernya.
Akhir-akhir ini Ricky sering
dikirimi sebuah surat dari secret admirer-nya berinisial M. Walau Ricky sedikit
risih dengan rasa penasaran itu, tetapi ia selalu senang ketika mendapatkan
surat tersebut. Isinya selalu membuat semangat Ricky membara. Makanya, ia
sengaja membuka lockernya ketika tak ada orang, agar tak ada yang bisa
mengetahuinya.
Secara perlahan, Ricky membuka
surat itu. Ia membaca tulisan ‘Untuk Yoo Chang Hyun dari M’ seraya tersenyum. Lalu,
ia membaca isi surat itu. Tanpa ia sadari, ia tersenyum bahagia membacanya.
****
“Sip!
Baiklah!” suara Ricky begitu semangat ketika berlatih basket. Ia mengeluarkan
seluruh kemampuannya dengan sungguh-sungguh.
“Pass!
Pass!”
“Berhenti,
pabo! Hands up!” begitulah suara teriakan para pemain basket hari itu.
“Defence!”
akhirnya terdengarlah suara bola yang masuk ke dalam ring basket. Mereka
bersorak dengan semangat.
“Yoo
Chang Sub akhir-akhir ini jadi semangat sekali.. “ ujar manager sunbaenim yang
memperhatikan permainan hari itu.
“Padahal
ketika awal musim semi dia bilang ingin keluar dari klub basket. Sekarang malah
semangat sekali!” sambungnya. Hyura yang merasa diajak berbicara pun
menanggapinya.
“Ne.
Ada apa dengannya ya, sunbae? Di kelas, ia juga berbeda dengan sebelumnya….”
****
Setelah selesai berlatih, Ricky
segera mendekati jajaran keran yang tak jauh dari lapang basket. Ia hendak
mencuci wajahnya.
“Kyaa!
Ricky!” sapa Hyura ketika mendapati teman sekelasnya itu sedang mencuci
wajahnya.
“Hehe…
Manager-ssi?” jawabnya.
“Hmm,
kau ini. Panggil saja aku Hyura, seperti biasanya. Akhir-akhir ini kau begitu
semangat? Apa ada yang terjadi?” tanya Hyura seraya memberikan anduk kecil.
Ricky
mengelap wajahnya dengan anduk kecil tersebut dan berkata, “Gomapta. Aaa,
jinjja? Tapi aku memang biasa seperti ini, kan?”
“Maksudmu?
Permainanmu bagus?”
“Aku
tidak bilang begitu….”
“Aisssh!
Nanti kita pulang bersama, ne? Ada yang ingin aku bicarakan…” Hyura pun pergi
dari tempatnya.
“Mwo?
Ada apa?” pertanyaan Ricky kali ini tidak dijawab oleh Hyura, karena Hyura
sudah pergi.
****
Akhirnya, latihan klub basket
pun berakhir. Hyura sudah menunggu di depan gerbang sekolah. Ia memang menunggu
Ricky disana.
“Aissh,
namja itu…. Selalu lama..” gerutunya. Tak lama, seorang namja yang dari
kejauhan terlihat seperti menggapaikan tangannya pada Hyura mulai mendekatinya.
Ternyata, Ricky sudah datang.
“Kyaa!
Kau lama sekali! Apa yang kau lakukan disana?” tanya Hyura pada Ricky. Ricky
tak menjawabnya dan segera mengajak mereka untuk pulang.
“Kajja!”
mereka berdua pun pulang bersama. Terlebih, mereka memiliki rumah yang satu
jalur.
“Akhir-akhir
ini kau rajin latihan, ya!” ujar Hyura memulai pembicaraan ketika di tengah
perjalanan. Kali ini mereka pulang berjalan kaki. Karena, jarak dari rumah ke
sekolah tidak terlalu jauh bagi mereka.
“Hehe..
Begitulah! Besok masih ada latihan, kan? Untuk ikut pertandingan minggu depan!”
jawabnya.
“Ah,
ne.. Kau akan latihan besok?”
“Tentu
saja. Soalnya, aku sudah janji akan ikut pertandingan minggu depan!” Ricky
menjawabnya dengan ceria.
“Janji?
Dengan siapa?” tanya Hyura penasaran. Ia menolehkan pandangannya pada Ricky.
“Ne?!
Eum… Aniyo… Tadi katanya kau ingin bicara? Bicara apa?” Ricky mengalihkan
pembicaraannya. Wajahnya terlihat seperti cemas.
“Kau
sendiri ingin bicara apa?!” Hyura balik bertanya. Ia masih penasaran dengan
sikap Ricky yang mencurigakan.
“Hmm,
tapi…” tak sempat Ricky menyelesaikan ucapannya, Hyura menyiapkan kepalan
tangannya yang ia simpan di depan wajah Ricky.
“Ah,
baiklah. Kau ini kan manager klub.. Tapi, kau harus janji tidak akan bilang pada
siapapun!” jawab Ricky.
“Janji?
Aku takut seperti pasangan Niel-Young K! Hehe…”
“Kyaa!
Ini berbeda! Ya sudah kalau tidak ingin tahu…”
“Baiklah…
Yaksokhae! Mulutku digembok deh!” Hyura menutup mulutnya seakan-akan digembok.
“Sebetulnya….
Aku sedang bertukar surat dengan seorang yeoja…”
“Ah…
Jinjja?? Isssh, ternyata kau centil juga, ya??” Hyura tertawa kecil.
“Jangan
berpikir macam-macam dulu! Kau ini!”
“Yeoja
seperti apa dia?”
“Mollayo…”
“Siapa
namanya? Umurnya?”
“Mollayo…”
Ricky menjawabnya dengan jawaban yang sama seperti sebelumnya.
“Kau
ingin curhat atau mengerjaiku?” tanya Hyura sedikit kesal.
“Memang
begitu kenyataannya!! Aku hanya tahu.. dia siswi satu sekolah dengan kita..
Inisialnya M..” jelas Ricky.
#Flashback
Awal musim semi>>>
Saat itu Ricky tengah down
karena gagal dipasang untuk turun di pertandingan regular, padahal ia sangat
yakin akan terpilih. Ia sudah berpikir untuk berhenti dari klub basket.
Akhirnya, surat pertama dari ‘M’ muncul di lockernya. Isinya adalah…..
Aku
adalah penggemar beratmu. Aku selalu mengamatimu tiap kali kau bermain basket.
Teruslah berjuang! Hwaiting! ^^
#Flashback end
“Saat
itu juga aku merobek dan membuang suratnya.”
“Omo!
Kejam sekali!”
“Habisnya,
kupikir ada yang mengerjaiku. Memangnya siapa yang akan naksir padaku yang
gagal ikut pertandingan regular? Tapi… ternyata aku salah sangka. Dia
betul-betul mendukungku lewat surat…” Ricky berhenti sejenak.
“Sejak
saat itu, setiap hari pasti ada surat darinya. Dia benar-benar memantauku terus
lewat surat… aku jadi senang.. Hehe..” jelasnya lagi.
“Aaa,
jinjja?” Hyura membuka suaranya.
“Ne.
Setelah itu, aku menulis jawaban dan memasukkannya ke dalam locker. Dan
mulailah kami surat-suratan…”
“Aku…
mungkin sudah terpikat padanya..” Ricky sangat serius ketika menceritakan semuanya.
“Ne?”
tanya Hyura kaget.
*****
#To Be Continued

Tidak ada komentar:
Posting Komentar