Selasa, 04 Juni 2013

Love Story *Chepter 7 - Bad Handwriting





~Chapter 7~
<3 Bad Handwriting <3

Cast       :
-          Lee Chan Hee (Chunji)
-          Song Hye Ri (Hyeri)
-          Lee Min Hyuk (Minhyuk)
-          Son Na Eun (Naeun)
-          Dll


Siang hari yang cerah di sebuah sekolah yang terlihat sama dengan sekolah lain. Bel telah berbunyi, mengharuskan sang guru untuk mengakhiri pembelajarannya. Semua murid bisa beristirahat dahulu sebelum melanjutkan ke pelajaran yang selanjutnya. Walaupun tak terlalu menarik, papan pengumuman di sekolah selalu membuat murid penasaran dengan isinya. Setiap melewati papan tersebut, semua murid pasti akan meliriknya.


“Ige mwoya?” ujar seorang pria yang kebetulan melewati papan informasi tersebut.
“Pameran karya klub kaligrafi. Bagus-bagus ya!” temannya menjawab.
“Mwo?! Yang satu ini jelek sekali!” pria itu terkejut melihat salah satu tulisan disana.
“Kok ini seperti tulisan anak berumur 3 tahun?”
“Mungkin yang menulis bukan anak klub kaligrafi? Lihat, parah begini…”
“Bukan anggota juga tidak mungkin tulisannya sejelek ini…” tanpa mereka ketahui, seorang wanita memperhatikan mereka dari belakang. Ketika mendengar reaksi mereka terhadap tulisan itu, ia menunduk.
“Ini mah tulisan orang bodoh.”
“Iya, untuk apa dipajang??” mereka berdua pun tertawa dan meninggalkan papan informasi tersebut. Wanita itu terdiam. Ketika mereka berdua pergi, ia terjatuh ke lantai dengan posisi duduk. Ia tak bisa menopang tubuhnya.
“Aku.. memang ikut klub kaligrafi. Mianhae.. aku memang selalu membuat malu. Tulisanku memang jelek..” gumamnya. Tanpa ia sadari, seorang pria tanpa disengaja memperhatikannya sedari tadi.
“Hyeri~ya!” ia mencoba untuk menghampirinya.
“Ah? Naeun?” wanita bernama Hyeri itu menoleh ke arah lain. Pria itu tak jadi menghampirinya, karena ternyata temannya lebih dulu menghampirinya.
“Waeyo? Kok jatuh?” tanya Naeun yang masih memegang minumannya.
“Naeun~aah?” Naeun pun jongkok di depannya.
“Gwaenchana?” tanya Naeun merasa bingung dengan raut wajah Hyeri.
“Aniyo…” jawabnya dengan lesu. Pria itu masih memperhatikan mereka berdua.
“Ceritakanlah…” Naeun meminta Hyeri untuk menceritakan semuanya. Hyeri akhirnya menceritakan peristiwa tadi.
“Hahaha!! Jadi itu yang membuatmu seperti ini?” Naeun menyahutnya dengan tawaan yang membuat Hyeri bingung.
“Jangan tertawa…” Hyeri putus asa.
“Naeun, enak sekali ya. Tulisanmu bagus.. Aku sudah dengar, kabarnya kau terpilih sebagai wakil sekolah ikut lomba kaligrafi SMA nasional…”
“Ne? Ah, itu bukan apa-apa. Hanya nulis biasa aja, kok..” Naeun merendahkan dirinya.
“Hanya menulis biasa saja, aku tidak benar. Ah, bagaimana caranya agar tulisanku bisa bagus? Saat aku tak bisa buka mulut untuk bicara kepada seseorang, satu-satunya cara kan hanya lewat tulisan??” mereka terdiam sejenak.
“Semua orang selalu meremehkan tulisanku.. Lalu, aku harus bagaimana??”
“Lho, kau ingin menulis surat cinta, ya??” tanya Naeun tiba-tiba. Hyeri pun terkejut dengan pertanyaan tersebut.
“Jinjja? Menulis pada siapa?! Beri tahu aku, Hyeri!!!”
“Anu… Aku…” belum sempat Hyeri menyelesaikan ucapannya, pria tersebut menghampiri mereka berdua seakan tak terjadi apapun.
“Kyaaa! Hyeri! Naeun! Sedang apa kalian??” tanya pria itu secara tiba-tiba dan membuat kedua yeoja ini kaget.
“Omo! Aisshh! Jinjja!! Minhyuk~ah!” Hyeri terlihat sangat kaget, karena pria bernama Minhyuk itu datang dari arah belakangnya.
“Hahahahaha!! Mian!!” Minhyuk sangat puas melihat kedua teman sekelasnya kaget karenanya.
“Kyaa! Minhyuk, kau mendengarkan kami sedari tadi, kan?” tanya Naeun. Tatapan mata Naeun dan Hyeri terlihat curiga pada Minhyuk. Minhyuk pun tak bisa berbohong jika sudah seperti ini.
“Ah, jinjja. Sebenarnya tidak sengaja. Jadi, aku mendengarnya..”
“Kau mendengar semuanya?!!” Hyeri terlihat sangat kaget.
“Tentu saja. Wae? Lanjutkan saja…”
“Baiklah. Hyeri, kau belum menjawab pertanyaanku tadi..” Naeun seakan diingatkan oleh Minhyuk.
“Bagaimana mungkin aku mengatakannya di depan dia?” tanya Hyeri menunjuk pada Minhyuk.
“Ah, jadi Minhyuk yang kau maksud??” tanya Naeun. Minhyuk sudah tersenyum percaya diri.
“Bukan! Sama sekali bukan!” seketika saja raut wajah Minhyuk berubah jadi kesal.
“Lalu?”
“Ehm, baiklah. Karena kalian dekat denganku, aku akan menceritakannya… Lee Chan Hee.. kelas 1-4..” Hyeri mengatakannya dengan pelan.
“Mwo? Chunji maksudmu?” Naeun memastikannya dan Hyeri menganggukan kepalanya.
“Huwaaa! Tinggi sekali seleramu!” Minhyuk buka suara.
“Bu… Bukan aku.. Kalau dapat surat dari orang lain, bukannya harus cepat dibalas?”
“Ne?! Dia yang menyuratimu?”
“Yah… seperti itulah..” jawab Hyeri dengan raut wajah lesunya.
“Daebak! Banyak yang suka padanya…” sahut Minhyuk.
“Jinjja?” tanya Hyeri penasaran. Minhyuk dan Naeun mengangguk mengiyakan.
“Aigoo.. Aku harus bagaimana?”
“Memangnya kau tidak menyukainya?” tanya Naeun.
“Aniyo. Malah sebaliknya… Aku sudah lama menyukainya..”
“Kalau begitu, kenapa kau bingung?”
“Aku takut… Meski menulis dengan segenap perasaanku, tulisanku tetap saja.. Chunji pasti menertawakanku. Nanti dia malah membenciku…”
“Oh, begitu… Ya sudah, kalau begitu biar kubantu.” Sahut Naeun.
“Ne?”
“Biar aku yang menulis surat cintamu!!” Naeun tersenyum.
“Kajja!! Kita beli kertas surat di mini market! Ehm.. sepulang sekolah!” Naeun terlihat semangat.
“Tapi, bukankah kau harus berkumpul untuk mempersiapkan lomba kaligrafi nanti?” tanya Hyeri.
“Ah, aku lupa! Kalau begitu….” Naeun melirik pada Minhyuk.
“Wae? Ah, ne.. Baiklah. Aku saja. Pulang sekolah.”
“Jinjja?! Jeongmal gomawo.. Tapi, Naeun kan yang menuliskannya? Aku tidak yakin kalau Minhyuk yang menulisnya…”
“Kyaa! Hyeri!!!!!”
****
                Sepulang sekolah, Hyeri segera menunggu Minhyuk keluar dari kelasnya. Sebenarnya mereka satu kelas, tetapi Hyeri lebih memilih menunggu di luar kelas. Minhyuk mengemasi buku-buku ke dalam tasnya.
“Kau sudah selesai?” tanya Hyeri padanya.
“Eoh…” jawabnya seraya berjalan menghampiri Hyeri. Ia berjalan di depan Hyeri.
“Kyaa! Jamkkan!”
“Sebenarnya kita akan kemana?” tanya Hyeri ketika berhasil menghampiri Minhyuk.
“Bukannya ke toko buku?” Minhyuk belik bertanya.
“Mwo? Tapi itu kan cukup jauh?”
“Lalu dimana lagi?” Hyeri menundukkan kepalanya.
“Hmm, neomu gomawo, Minhyuk-ah… Maaf membuatmu terbebani…” sahutnya dengan pelan. Ia merasa membebani Minhyuk.
“Gwaenchana.. Itulah gunanya teman.” Minhyuk melihat raut wajah Hyeri yang sedikit sedih. Ia menatapnya tersenyum sehingga Hyeri bisa tersenyum.
“Chingu?” tanya Hyeri bingung.
“Wae? Kau ingin yang lebih dari itu? Emmm… Namjachingu?” Minhyuk bercanda.
“Kyaa! Bagaimana mungkin? Kau ini..” mereka pun tertawa bersama. Minhyuk seperti menyembunyikan sesuatu dari ekspresi wajah cerianya kali ini.
****
                Keesokan harinya, Hyeri sudah berangkat dan sampai di sekolah pagi sekali. Ia masuk ke dalam kelasnya dan menemukan Naeun sudah berada di kelasnya juga.
“Kau sudah datang?” tanya Naeun ketika mendapati Hyeri ada di hadapannya.
“Ne. Kau juga..” Hyeri menghampiri bangkunya.
“Mengenai surat itu… kau sudah membuatnya?” tanya Naeun.
“Ehmm, ne..” jawabnya dengan ragu-ragu.
“Kemarikan! Biar aku yang memberikan padanya.”
“Tapi,,, tulisannya?”
“Aku akan menyalinnya.” Jawab Naeun mengerdipkan sebelah matanya.
“Aku takut merepotkanmu. Gwaenchana?”
“Tentu saja. Itulah gunanya teman.” Jawab Naeun.
“Teman?”
“Ne. Wae?” seketika muncul bayangan Minhyuk di ingatannya. Ia mengingat peristiwa pulang sekolah kemarin dan membuatnya tertawa kecil.”
“Kau kenapa?” tanya Naeun penasaran.
                Tak lama, murid lain datang ke dalam kelas. Begitupun pria tampan satu ini. Lee Minhyuk.
“Kalian sudah datang?” tanya Minhyuk pada kedua wanita itu.
“Kau baru datang?” Naeun bertanya balik. Minhyuk hanya tertawa malu karena ia didahului oleh wanita.
“Besok akan kusampaikan padanya.” Sambung Naeun pada Hyeri.
“Jinjja?? Benarkah tidak merepotkanmu?”
“Aissh kau ini! Kita kan teman! Yang namanya teman harus saling membantu agar temannya bahagia, ya kan?”
“Naeun~ah… Bagaimana caraku berterimakasih?”
“Sudah! Jangan membicarakan itu lagi. Semoga sukses ya, Hyeri!”
“Ne.. Jeongmal gomawoyo..” Hyeri tersenyum ceria, begitupun Naeun. Minhyuk hanya menatap mereka keheranan.
“Aku curiga. Bagaimana mungkin kau begitu baik?” tanya Minhyuk pada Naeun. Wajah Naeun pun terkejut.
“Kau bicara apa? Memang aku terlihat seperti itu??”
“Aniyo.. Hanya saja.. Aku belum pernah melihat hal seperti ini. Apa mungkin..”
“Minhyuk, kau kenapa?” tanya Hyeri.
“Bagaimana jika aku saja yang memberikannya pada Chunji?”
“Hajima!” jawab Naeun dengan tiba-tiba.
“Kau tahu? Kau ini namja. Bagaimana jika ia mengira Hyeri dekat dengan beberapa pria?”
“Ah, betul! Kau namja, Minhyuk.. Terimakasih atas perhatianmu.. Tapi aku akan mempercayakannya pada Naeun kali ini..” ujar Hyeri tersenyum dan merangkul pundak Minhyuk.
“Ige mwoya?” tanya Minhyuk melirik pada rangkulan tangan Hyeri.
“Ah! Mianhae.. Hehe..”
****
<Malam harinya…..>
                Di sebuah kamar, tampak seorang wanita berdiri menghampiri tasnya. Ia mengambil sebuah surat dari tasnya. lalu membukanya.
“Bercanda! Kau pikir aku akan diam saja?!” gumamnya.
“Aku sudah lama menyukai Chunji. Sejak kami berada di ekskul yang sama.” Kini ia meremas surat tersebut.
“Mana rela aku melihat dia bercaparan dengan Hyeri yang jelek itu! Meski aku sudah lama berteman dengan Hyeri, masalah pria tidak ada istilah ‘teman’. Aku tidak akan kalah!” ia berdiri dan melirik surat berwarna pink yang diremas itu.
“Dasar pabo! Segitu polosnyakah kau percaya padaku? Memangnya aku bisa untuk apa membantunya menulis surat ini?”
“Bagaimana kalau kuubah isinya sesukaku??? Hehehe.. Bakal seru!” ia tersenyum dengan senyuman liciknya.


#To Be Continued

Tidak ada komentar:

Posting Komentar