~Chapter 7~
<3 Bad Handwriting <3
Cast :
-
Lee Chan
Hee (Chunji)
-
Song Hye
Ri (Hyeri)
-
Lee Min
Hyuk (Minhyuk)
-
Son Na
Eun (Naeun)
-
Dll
Siang hari yang cerah di sebuah sekolah yang terlihat sama
dengan sekolah lain. Bel telah berbunyi, mengharuskan sang guru untuk
mengakhiri pembelajarannya. Semua murid bisa beristirahat dahulu sebelum
melanjutkan ke pelajaran yang selanjutnya. Walaupun tak terlalu menarik, papan
pengumuman di sekolah selalu membuat murid penasaran dengan isinya. Setiap
melewati papan tersebut, semua murid pasti akan meliriknya.
“Ige
mwoya?” ujar seorang pria yang kebetulan melewati papan informasi tersebut.
“Pameran
karya klub kaligrafi. Bagus-bagus ya!” temannya menjawab.
“Mwo?!
Yang satu ini jelek sekali!” pria itu terkejut melihat salah satu tulisan
disana.
“Kok
ini seperti tulisan anak berumur 3 tahun?”
“Mungkin
yang menulis bukan anak klub kaligrafi? Lihat, parah begini…”
“Bukan
anggota juga tidak mungkin tulisannya sejelek ini…” tanpa mereka ketahui,
seorang wanita memperhatikan mereka dari belakang. Ketika mendengar reaksi
mereka terhadap tulisan itu, ia menunduk.
“Ini
mah tulisan orang bodoh.”
“Iya,
untuk apa dipajang??” mereka berdua pun tertawa dan meninggalkan papan
informasi tersebut. Wanita itu terdiam. Ketika mereka berdua pergi, ia terjatuh
ke lantai dengan posisi duduk. Ia tak bisa menopang tubuhnya.
“Aku..
memang ikut klub kaligrafi. Mianhae.. aku memang selalu membuat malu. Tulisanku
memang jelek..” gumamnya. Tanpa ia sadari, seorang pria tanpa disengaja
memperhatikannya sedari tadi.
“Hyeri~ya!”
ia mencoba untuk menghampirinya.
“Ah?
Naeun?” wanita bernama Hyeri itu menoleh ke arah lain. Pria itu tak jadi
menghampirinya, karena ternyata temannya lebih dulu menghampirinya.
“Waeyo?
Kok jatuh?” tanya Naeun yang masih memegang minumannya.
“Naeun~aah?”
Naeun pun jongkok di depannya.
“Gwaenchana?”
tanya Naeun merasa bingung dengan raut wajah Hyeri.
“Aniyo…”
jawabnya dengan lesu. Pria itu masih memperhatikan mereka berdua.
“Ceritakanlah…”
Naeun meminta Hyeri untuk menceritakan semuanya. Hyeri akhirnya menceritakan
peristiwa tadi.
“Hahaha!!
Jadi itu yang membuatmu seperti ini?” Naeun menyahutnya dengan tawaan yang
membuat Hyeri bingung.
“Jangan
tertawa…” Hyeri putus asa.
“Naeun,
enak sekali ya. Tulisanmu bagus.. Aku sudah dengar, kabarnya kau terpilih
sebagai wakil sekolah ikut lomba kaligrafi SMA nasional…”
“Ne?
Ah, itu bukan apa-apa. Hanya nulis biasa aja, kok..” Naeun merendahkan dirinya.
“Hanya
menulis biasa saja, aku tidak benar. Ah, bagaimana caranya agar tulisanku bisa
bagus? Saat aku tak bisa buka mulut untuk bicara kepada seseorang, satu-satunya
cara kan hanya lewat tulisan??” mereka terdiam sejenak.
“Semua
orang selalu meremehkan tulisanku.. Lalu, aku harus bagaimana??”
“Lho,
kau ingin menulis surat cinta, ya??” tanya Naeun tiba-tiba. Hyeri pun terkejut
dengan pertanyaan tersebut.
“Jinjja?
Menulis pada siapa?! Beri tahu aku, Hyeri!!!”
“Anu…
Aku…” belum sempat Hyeri menyelesaikan ucapannya, pria tersebut menghampiri
mereka berdua seakan tak terjadi apapun.
“Kyaaa!
Hyeri! Naeun! Sedang apa kalian??” tanya pria itu secara tiba-tiba dan membuat
kedua yeoja ini kaget.
“Omo!
Aisshh! Jinjja!! Minhyuk~ah!” Hyeri terlihat sangat kaget, karena pria bernama
Minhyuk itu datang dari arah belakangnya.
“Hahahahaha!!
Mian!!” Minhyuk sangat puas melihat kedua teman sekelasnya kaget karenanya.
“Kyaa!
Minhyuk, kau mendengarkan kami sedari tadi, kan?” tanya Naeun. Tatapan mata
Naeun dan Hyeri terlihat curiga pada Minhyuk. Minhyuk pun tak bisa berbohong
jika sudah seperti ini.
“Ah,
jinjja. Sebenarnya tidak sengaja. Jadi, aku mendengarnya..”
“Kau
mendengar semuanya?!!” Hyeri terlihat sangat kaget.
“Tentu
saja. Wae? Lanjutkan saja…”
“Baiklah.
Hyeri, kau belum menjawab pertanyaanku tadi..” Naeun seakan diingatkan oleh
Minhyuk.
“Bagaimana
mungkin aku mengatakannya di depan dia?” tanya Hyeri menunjuk pada Minhyuk.
“Ah,
jadi Minhyuk yang kau maksud??” tanya Naeun. Minhyuk sudah tersenyum percaya
diri.
“Bukan!
Sama sekali bukan!” seketika saja raut wajah Minhyuk berubah jadi kesal.
“Lalu?”
“Ehm,
baiklah. Karena kalian dekat denganku, aku akan menceritakannya… Lee Chan Hee..
kelas 1-4..” Hyeri mengatakannya dengan pelan.
“Mwo?
Chunji maksudmu?” Naeun memastikannya dan Hyeri menganggukan kepalanya.
“Huwaaa!
Tinggi sekali seleramu!” Minhyuk buka suara.
“Bu…
Bukan aku.. Kalau dapat surat dari orang lain, bukannya harus cepat dibalas?”
“Ne?!
Dia yang menyuratimu?”
“Yah…
seperti itulah..” jawab Hyeri dengan raut wajah lesunya.
“Daebak!
Banyak yang suka padanya…” sahut Minhyuk.
“Jinjja?”
tanya Hyeri penasaran. Minhyuk dan Naeun mengangguk mengiyakan.
“Aigoo..
Aku harus bagaimana?”
“Memangnya
kau tidak menyukainya?” tanya Naeun.
“Aniyo.
Malah sebaliknya… Aku sudah lama menyukainya..”
“Kalau
begitu, kenapa kau bingung?”
“Aku
takut… Meski menulis dengan segenap perasaanku, tulisanku tetap saja.. Chunji
pasti menertawakanku. Nanti dia malah membenciku…”
“Oh,
begitu… Ya sudah, kalau begitu biar kubantu.” Sahut Naeun.
“Ne?”
“Biar
aku yang menulis surat cintamu!!” Naeun tersenyum.
“Kajja!!
Kita beli kertas surat di mini market! Ehm.. sepulang sekolah!” Naeun terlihat
semangat.
“Tapi,
bukankah kau harus berkumpul untuk mempersiapkan lomba kaligrafi nanti?” tanya
Hyeri.
“Ah,
aku lupa! Kalau begitu….” Naeun melirik pada Minhyuk.
“Wae?
Ah, ne.. Baiklah. Aku saja. Pulang sekolah.”
“Jinjja?!
Jeongmal gomawo.. Tapi, Naeun kan yang menuliskannya? Aku tidak yakin kalau
Minhyuk yang menulisnya…”
“Kyaa!
Hyeri!!!!!”
****
Sepulang sekolah, Hyeri segera
menunggu Minhyuk keluar dari kelasnya. Sebenarnya mereka satu kelas, tetapi
Hyeri lebih memilih menunggu di luar kelas. Minhyuk mengemasi buku-buku ke
dalam tasnya.
“Kau
sudah selesai?” tanya Hyeri padanya.
“Eoh…”
jawabnya seraya berjalan menghampiri Hyeri. Ia berjalan di depan Hyeri.
“Kyaa!
Jamkkan!”
“Sebenarnya
kita akan kemana?” tanya Hyeri ketika berhasil menghampiri Minhyuk.
“Bukannya
ke toko buku?” Minhyuk belik bertanya.
“Mwo?
Tapi itu kan cukup jauh?”
“Lalu
dimana lagi?” Hyeri menundukkan kepalanya.
“Hmm,
neomu gomawo, Minhyuk-ah… Maaf membuatmu terbebani…” sahutnya dengan pelan. Ia
merasa membebani Minhyuk.
“Gwaenchana..
Itulah gunanya teman.” Minhyuk melihat raut wajah Hyeri yang sedikit sedih. Ia
menatapnya tersenyum sehingga Hyeri bisa tersenyum.
“Chingu?”
tanya Hyeri bingung.
“Wae?
Kau ingin yang lebih dari itu? Emmm… Namjachingu?” Minhyuk bercanda.
“Kyaa!
Bagaimana mungkin? Kau ini..” mereka pun tertawa bersama. Minhyuk seperti
menyembunyikan sesuatu dari ekspresi wajah cerianya kali ini.
****
Keesokan harinya, Hyeri sudah
berangkat dan sampai di sekolah pagi sekali. Ia masuk ke dalam kelasnya dan
menemukan Naeun sudah berada di kelasnya juga.
“Kau
sudah datang?” tanya Naeun ketika mendapati Hyeri ada di hadapannya.
“Ne.
Kau juga..” Hyeri menghampiri bangkunya.
“Mengenai
surat itu… kau sudah membuatnya?” tanya Naeun.
“Ehmm,
ne..” jawabnya dengan ragu-ragu.
“Kemarikan!
Biar aku yang memberikan padanya.”
“Tapi,,,
tulisannya?”
“Aku
akan menyalinnya.” Jawab Naeun mengerdipkan sebelah matanya.
“Aku
takut merepotkanmu. Gwaenchana?”
“Tentu
saja. Itulah gunanya teman.” Jawab Naeun.
“Teman?”
“Ne.
Wae?” seketika muncul bayangan Minhyuk di ingatannya. Ia mengingat peristiwa
pulang sekolah kemarin dan membuatnya tertawa kecil.”
“Kau
kenapa?” tanya Naeun penasaran.
Tak lama, murid lain datang ke
dalam kelas. Begitupun pria tampan satu ini. Lee Minhyuk.
“Kalian
sudah datang?” tanya Minhyuk pada kedua wanita itu.
“Kau
baru datang?” Naeun bertanya balik. Minhyuk hanya tertawa malu karena ia
didahului oleh wanita.
“Besok
akan kusampaikan padanya.” Sambung Naeun pada Hyeri.
“Jinjja??
Benarkah tidak merepotkanmu?”
“Aissh
kau ini! Kita kan teman! Yang namanya teman harus saling membantu agar temannya
bahagia, ya kan?”
“Naeun~ah…
Bagaimana caraku berterimakasih?”
“Sudah!
Jangan membicarakan itu lagi. Semoga sukses ya, Hyeri!”
“Ne..
Jeongmal gomawoyo..” Hyeri tersenyum ceria, begitupun Naeun. Minhyuk hanya
menatap mereka keheranan.
“Aku
curiga. Bagaimana mungkin kau begitu baik?” tanya Minhyuk pada Naeun. Wajah
Naeun pun terkejut.
“Kau
bicara apa? Memang aku terlihat seperti itu??”
“Aniyo..
Hanya saja.. Aku belum pernah melihat hal seperti ini. Apa mungkin..”
“Minhyuk,
kau kenapa?” tanya Hyeri.
“Bagaimana
jika aku saja yang memberikannya pada Chunji?”
“Hajima!”
jawab Naeun dengan tiba-tiba.
“Kau
tahu? Kau ini namja. Bagaimana jika ia mengira Hyeri dekat dengan beberapa
pria?”
“Ah,
betul! Kau namja, Minhyuk.. Terimakasih atas perhatianmu.. Tapi aku akan
mempercayakannya pada Naeun kali ini..” ujar Hyeri tersenyum dan merangkul
pundak Minhyuk.
“Ige
mwoya?” tanya Minhyuk melirik pada rangkulan tangan Hyeri.
“Ah!
Mianhae.. Hehe..”
****
<Malam
harinya…..>
Di sebuah kamar, tampak seorang
wanita berdiri menghampiri tasnya. Ia mengambil sebuah surat dari tasnya. lalu
membukanya.
“Bercanda!
Kau pikir aku akan diam saja?!” gumamnya.
“Aku
sudah lama menyukai Chunji. Sejak kami berada di ekskul yang sama.” Kini ia
meremas surat tersebut.
“Mana
rela aku melihat dia bercaparan dengan Hyeri yang jelek itu! Meski aku sudah
lama berteman dengan Hyeri, masalah pria tidak ada istilah ‘teman’. Aku tidak
akan kalah!” ia berdiri dan melirik surat berwarna pink yang diremas itu.
“Dasar
pabo! Segitu polosnyakah kau percaya padaku? Memangnya aku bisa untuk apa membantunya
menulis surat ini?”
“Bagaimana
kalau kuubah isinya sesukaku??? Hehehe.. Bakal seru!” ia tersenyum dengan
senyuman liciknya.
#To Be Continued

Tidak ada komentar:
Posting Komentar