Selasa, 04 Juni 2013

Love Story *Chapter 5 - Taekwondo in Love




~Chapter 5~
<3 Taekwondo in Love 1 <3

Cast       :
-          Lee Byung Hoon (L.Joe)
-          Han Yu I(Yui)
-          Hoya
-          Dll

Siang hari yang cerah di SMA Jeonbu. Saat itu klub taekwondo sedang mengadakan latihan. Dua orang sudah berdiri berhadapan. Wajah mereka sangatlah serius.
“Heaaa!!” teriak salah satu orang itu. Tidak lama dari itu, ia sudah dikalahkan oleh lawan dihadapannya. 

“Lagi-lagi kalah melawan Yui!” teriak penonton yang mengikuti klub juga.
“Terlalu kuat sih!” sambung yang lainnya. Mereka saling berbisik-bisik.
“Berapa nih skornya sekarang? 0 banding 998?”
“Bukannya 997?”
“Ngaco! Kan sudah 998!”
“Sudah 999 tahu!” perbincangan mereka yang merendahkan sang pria membuatnya geram.
“Arasseo!!! Diam kalian!!” pria itu marah dengan gaya taekwondonya.
“Berisiiikk!!!!” suara pria itu kalah dengan suara lawannya. Dialah Yui. Yeoja yang mengikuti taekwondo dan belum terkalahkan oleh siapapun, termasuk namja satu ini.
“Jangan mengeluh! Wleeek! Dasar siput!” yeoja bernama Yui itu selalu seperti ini.
“Jangan sebut aku siput!!” mereka saling berhadapan kali ini.
“Sebenarnya Byung Hoon juga bukan orang yang lemah, ya.. Tapi, Yui memang terlalu kuat!” bisik para anggota klub yang notabene pria. Mereka membincangkan ByungHoon dan Yui seperti ahjumma yang sedang bergosip.
                Yui adalah pemain taekwondo nasional yang paling kuat di sekolah. Tahun ini, dia menang telak dan mengalahkan semua pemain. Yui dan L.Joe, begitu Byung Hoon disapa oleh Yui. Mereka sudah kenal sejak TK. Mereka terus bersaing sampai sekarang. Terlihat sekali dari wajah mereka.
“Lain kali, aku pasti menang!!!” L.Joe tak ingin kalah.
“Jangan memaksa!” jawab Yui santai. Ia tak menatap L.Joe kali ini. Lalu, ia kembali menatapnya dan tersenyum kecil. Itu membuat L.Joe bingung.
“Aku mau pindah sekolah. Jadi tak aka nada pertandingan berikutnya.. Mianhae, ne?” ujarnya.
“Mwoya?!!!”
****
                Ting Tong….
                Suara bel berbunyi. Jam pelajaran akan segera dimulai. Walaupun bel sudah berbunyi, tapi guru belum juga masuk ke kelas 1-3. Mereka memanfaatkannya untuk berbincang-bincang. Beberapa orang mengerumuni bangku Yui.
“Yui, sebenarnya kau akan pindah kemana?” tanya Sohee.
“Hmm, orangtuaku berkata Seoul..” jawab Yui dengan tenangnya.
“Ne?! Jauh sekali!”
“Aniyo.. Kalau naik kereta akan lebih cepat..” jawabnya lagi.
“Kapan?”
“Minggu ini.”
“Memang mendadak, ya..”
“Mianhaeyo…” jawab Yui dengan cerianya. Tanpa ia ketahui, dua orang pria memperhatikannya dari belakang.
“Yui kan tempat penyelenggaraan olimpiade kali ini..” ujar salah satu pria yang memakai kacamata itu. L.Joe nampak memperhatikan wajah Yui dengan serius.
“Oi!” teriaknya, ucapannya mengarah pada Yui.
“Ada apa, siput?” jawab Yui seperti biasanya.
“Jangan sebut aku siput!!!! Kau ingin kabur dariku, ya?!!” pertanyaan ini membuat Yui kaget.
“Hah? Apaan sih? Aku tak tahu apa yang kau maksud…”
“Kau tahu persis! Tentukan harinya dalam minggu ini!”
“Mwo?”
“Kapan kau pindah?!!!”
“Apa sih maumu?!!!” semua murid sekelas memperhatikan perdebatan sengit mereka. Karena L.Joe tidak menjawabnya, Yui pun menjelaskannya.
“Hari minggu…” Yui mengalihkan pandangannya.
“Kalau begitu, hari sabtu saja!”
“Ne?”
“Pertarungan kita yang terakhir! Dalam pertarungan ke-100 kali ini, aku pasti akan menang!!” L.Joe begitu bersemangatnya. Seakan-akan kita bisa melihat api membara disekujur tubuhnya.
****
                Sore itu, nampak L.Joe yang sedang berlatih di ruangan taekwondo bersama anggota lainnya. Saat itu Yui tak terlihat hadir. Sepertinya ia sedang menpersiapkan kepindahannya. Tapi, L.Joe justru memanfaatkannya untuk pertarungan mereka hari sabtu nanti. Ia meminta anggota lain satu per-satu menghadapinya. Anggota lain pun menghadapinya, namun mereka kalah. Karena L.Joe adalah pemain yang cukup handal jika tak ada Yui.
“Sudah berapa orang yang ia sakiti?” tanya anggota yang memakai kacamata itu.
“Sepertinya 10 orang…”
“Ganas benar dia hari ini… Tapi, kalau begini terus, bagaimana dengan anggota klub kita? Dia sudah memakan korban banyak.”
“Hmm, baiklah. Kita laporkan saja pada pelatih, bagaimana?” mereka berdua pun tersenyum licik.
“Kalian mau kemana??” tanya L.Joe yang menyadari kalau dua anggota klub hendak keluar dari ruangan.
“Ne? Kami ingin ke toilet dulu…” mereka pun segera terburu-buru keluar dari ruangan. L.Joe tak merasakan curiga apapun. Ia melanjutkan latihannya.
“Ayo! Selanjutnya!!” teriaknya.
****
>2 hari kemudian..
                Pengumuman!
Lee Byung Hoon sampai hari Jumat dilarang masuk latihan ke ruangan taekwondo
TTD: Pengurus klub taekwondo
                Hoya
“Ige mwoya?!!” teriak L.Joe menggelegar. Tatapan matanya langsung tertuju pada satu orang disana, sang pengurus klub bernama Hoya.
“Ka.. Kau.. Dilarang…” dengan perlahan L.Joe menghampiri Hoya. Mereka akhirnya saling berhadapan.
“ByungHoon-ah..” Hoya membalasnya dengan takut. Tiba-tiba saja L.Joe menarik kerah seragam Hoya.
“Aku ada pertandingan penting hari sabtu nanti! Kau jangan main-main denganku, ya!!” teriaknya.
“Kau jangan mementingkan diri sendiri!” kini Hoya membuka suaranya.
“Hah?”
“Lihat akibat perbuatanmu itu! Kau berlatih membabi buta sampai tidak memperhatikan orang lain!” L.Joe melepaskan genggaman tangannya dan menatap pada anggota klub di dalam ruangan. Mereka terlihat terluka dengan latihan yang dilakukan oleh L.Joe 2 hari yang lalu.
“Semua itu kau lakukan hanya untuk mempersiapkan diri untuk hari sabtu. Pernahkah kau perhatikan keselamatan teman-temanmu yang lain? Pokoknya kau dilarang masuk sampai hari jumat! Itu perintah! Arasseo, Byung Hoon?!” jelas Hoya. L.Joe hanya bisa mengalah dan menyerah. Ia menundukkan kepalanya dengan nafas yang terengah-engah.
Tanpa ia sadari, Yui yang berada di belakangnya melihat peristiwa itu. Maka ketika L.Joe keluar dari ruangan itu, Yui segera menghampirinya.
“L.Joe~ya!” teriak Yui mencoba menghentikannya. Tapi, L.Joe ternyata tak mendengarnya.
“Aissh! Jinjja! Dasar kau, Hoya! Baik, aku akan latihan sendiri! Aku pasti bisa menang walau tanpa bantuan mereka!” gumamnya. Yui yang mendengarnya berpikir L.Joe terlalu sombong dan egois.
“L..Joe~ya!!” ia mencoba menghentikannya sekali lagi.
“Aku ingin bicara denganmu.. tentang pertarungan kita hari sabtu nanti, kau serius?” tanya Yui seraya melipatkan tangannya di depan dada. L.Joe seketika saja terdiam.
“Apa kau tak tahu? Rencana itu mengacaukan semua orang..” mereka terdiam sejenak.
“Kau…”
“Kau jangan bercanda!! Aku ingin bertarung!!” L.Joe berbalik menghadap Yui.
“Aku tidak mau bertarung!!! Kalau harus bertarung sebelum pindah, aku tak punya waktu untuk memikirkan yang lainnya! Teman-teman… Kenangan… Semuanya… Sama sekali tak ada yang tersisa untuk dikenang. Kalau sudah begitu, kan aku juga yang rugi?” mereka terdiam sejenak.
“Bagaimana? Kau masih ingin bertarung?” tanya Yui sekali lagi. Tatapannya kini serius.
“Tentu saja!” jawab L.Joe dengan keyakinannya. Yui sempat terkejut, lalu membalikkan badannya untuk pergi meninggalkan L.Joe.
“Oke. Aku akan penuhi semua keinginanmu!” Yui meninggalkan L.Joe disana. Suasana kini semakin memanas. Semangat L.Joe menjadi naik kembali.
****
                Keesokan harinya, di sekolah. Pagi itu guru belum juga datang. Kelas 1-3 ribut dengan obrolannya masing-masing. Suara burung di luar ruangan terdengar ke dalam kelas, tapi hanya orang yang sedang diam yang bisa mendengarnya.
“Byung Hoon tidak masuk ya?” tanya Chorong melihat bangku L.Joe kosong.
“Masa ia bela-belain bolos sekolah demi latihan taekwondo. Dasar pabo!” jawab Hoya. Ia menggaruk-garukkan kepalanya. Sedangkan Chorong hanya menggelengkan kepalanya.
“Dia benar-benar… Si siput L.Joe itu serius… Ia menjadikanku sebagai musuhnya..” gumam Yui. Tanpa ia ketahui, Hoya mendengarkan apa yang Yui katakan.
“Kim-ssaem sedang dalam perjalanan menuju kelas! Cepat duduk!!!” ujar salah satu murid yang sejak tadi mengawasi di depan pintu kelas. Sontak saja semua murid menghampiri bangkunya masing-masing. Yui melirik bangku L.Joe sekali lagi untuk memastikan bahwa ia memang tidak sekolah.
“Ah.. Jinjja.. Dia memang menganggapku sebagai musuh terbesarnya.” Batin Yui.
****
               AKhirnya, bel berbunyi juga. Waktunya pulang. Semua murid berhamburan keluar ruangan kelasnya masing-masing. Seakan baru saja bebas dari penjara yang menjeratnya.
                Hoya saat itu segera memikirkan L.Joe. Ia lalu berpikir tempat yang luas di sekita sekolah.
“Ah! Mungkin taman Dongdae.”
                Dan benar saja perkiraan Hoya. L.Joe tengah berlatih taekwondo disana.
“Hiaaat!!”
“Ternyata kau ada disini..” ujar Hoya.
“Annyeong!” sambungnya dengan senyuman.
“Hoya…” jawab L.Joe dengan pelan.
“Ada apa? Jangan ganggu aku latihan, aku harus latihan!” L.Joe membalikkan badannya sehingga membelakangi Hoya.
“Ehmm.. Lho? Taman ini membuat kangen ya! Sepuluh tahun yang lalu, kalian bertarung untuk pertama kalinya disini.” Hoya memulai pembicaraannya.
“Aku akan selalu mengingatnya..” batin L.Joe dalam hati. Ia menunduk pelan.
“Kenapa dari dulu sampai sekarang kau selalu kalah dari Yui?” pertanyaan itu begitu saja terlontarkan dari mulut Hoya.
“Lho? Itu kan L.Joe dan Hoya..” tanpa disadari, Yui melihat mereka berdua berbincang-bincang di taman.
“Aku tahu perasaanmu pada Yui…” sambung Hoya.
“Lelaki macam apa…” tiba-tiba saja L.Joe membuka mulutnya.
“Mwo?”
“Lelaki macam apa yang satu kalipun tak pernah mengungguli yeoja yang disukainya?!!” kemarahannya membludak. Yui yang masih memperhatikan mereka berdua pun terkejut.
“Makanya, aku ingin lebih kuat disbanding Yui… Kalau menang, aku akan menyatakan kalau aku suka padanya. Perasaan ini.. Haruskah berakhir tanpa diucapkan?”
****

#To Be Continued

Tidak ada komentar:

Posting Komentar