<3
Promises 2 <3
Cast :
-
Ahn
Daniel (Niel)
-
Kan Min
Young (MinYoung/Young-K)
-
Lee Hyun
Ah (Hyura)
-
Yoo Chang
Hyun (Ricky)
Namja bernama Ahn Daniel itu masih tertidur lelap ditemani
mimpi yang menjadi bunga tidurnya. Entah apa yang ia impikan, tetapi kita bisa
melihat bahwa tidurnya begitu lelap. Sampai ketika terdengar nada dering
ponselnya berbunyi, Niel begitu kaget dan segera mencari ponselnya itu.
“Kyaaa!
Kyaa! Eodiga?!!” Niel mencarinya dengan mata sedikit tertutup. Nampaknya ia
masih mengantuk.
Perjanjian nomor 38: langsung balas sms yang
diterima dalam kurun waktu 5 menit, isinya harus lebih dari 100 karakter.
“Young-K?!
AH! Jam berapa ini?” mata Niel terbuka begitu saja ketika melihat ia
mendapatkan sms dari Young-K, kekasihnya.
Niel pun segera membalas sms
dari Young-K. Ia harus memastikan kalau ia membalasnya dengan 100 huruf penuh.
To :
Young-K
Annyeong
Young-K~! Kau bangun begitu pagi, ya? Gomawo sudah membangunkanku di pagi ini… Sampai
ketemu di halte, di sekolah juga!! Oh ya, apa aku sudah menulis lebih dari 100
karakter? :D
“Apa
aku terlalu buruk? Aisssh! Aku rasa…. Ah, gwaenchana…” Niel pun mengirimkannya
dengan cepat, karena 5 menit itu terasa sekejap saja ketika itu.
Niel segera berdiri dan melihat
ke kalender yang ia pasang di dindingnya.
“Ne,
aku harus berjuang supaya kami tidak berpisah. Asalkan kami bisa genapi semua
janji, kami pasti tak akan berpisah….” Gumamnya melihat kalender di dinding. Ia
melingkari setiap hari yang telah ia lalui bersama Young-K. Sebenarnya hanya
untuk mengingatkan sisa hari ia harus mentaati perjanjian. Karena, setelah 1
bulan, Niel dan Young-K tak akan terikat dengan semua perjanjian itu. Mereka
akan berpasangan seperti pasangan lainnya.
****
>3 minggu berlalu<
Niel memandangi kalendernya dan
tersenyum lega.
“Akhirnya…
sampai juga di penghujung bulan! Aku sudah lelah…” gumamnya.
“Kalau
hari ini bisa kulewati dengan selamat, hubungan kami akan aman-aman saja..”
Niel segera menghampiri lemari pakaiannya untuk mengganti
pakaiannnya dengan seragam sekolah. Hari ini, Young-K berkata bahwa ia tidak
bisa pergi ke sekolah bersama. Ia akan pergi ke sekolah terlebih dulu, dan
mereka bisa bertemu di sekolah. Niel sedikit lega dengan pernyataan itu. Saat
ini, mereka lebih baik bertemu di sekolah agar tidak terjadi pelanggaran
lainnya. Kita kan tidak tahu apa yang akan terjadi kelak?
“Selama
3 minggu ini, aku hanya melanggar perjanjian nomor 15.. Jadi aku hanya
melakukan 4 pelanggaran dalam bulan ini…” kini ia berbicara dalam hati.
Wajahnya begitu bersinar.
****
Sesampainya di sekolah, Niel
segera pergi ke dalam kelasnya. Ia masuk dengan wajah sedikit berbeda dengan
sebelumnya. Sepertinya ia mendapatkan kabar bahagia. Ricky memberikan pandangan
penasarannya kali ini.
“Kyaa~!
Kau kenapa sekarang?” tanya Ricky menghampirinya.
“Bisakah
kau melihat tanggal hari ini?” bukannya menjawab, Niel memberikan pertanyaan
balik pada Ricky.
“31..
Wae?” tanya Ricky.
“Aaaaa!!!
Niel!! Ini hari terakhirmu, kan?!” Hyura yang baru saja datang ke dalam kelas
segera menghampiri Niel ketika mendapatinya telah datang.
“Aisssh!
Bisakah kau kecilkan suaramu?” Niel merasa malu dengan tingkah temannya yang
satu ini.
“Ada
apa dengan tanggal 31?” tanya Ricky dengan bingungnya. Hyura sudah menatapnya
bête (XD gak tau kata apa yang mesti dipake)
“Ini
ada hubungannya dengan hubungan Niel…” Hyura membisikkannya pada daun telinga
Ricky. Walaupun itu sebuah bisikan, namun Niel dapat mendengarnya.
“Aha!
Arasseo!”
“Chukkae!”
sambung Hyura.
“Jangan
dulu seperti itu. Aku belum bertemu dengannya hari ini..”
“Kalau
begitu kau harus bertemu dengannya sekarang!”
“Bukankah
kita harus belajar?” tanya Niel.
“Kau
lupa? Guru kita sedang cuti hamil.. Kkkkk~” tawa Ricky penuh dengan tanda
tanya.
“Ada
apa dengan tawamu?” tanya Hyura. Ricky hanya tersenyum.
“Ne,
aku lupa… Tapi, Young-K pasti sedang belajar!”
“Kau
beri dia sms untuk keluar sebentar…”
“Kau
ingin aku melanggar lagi, hah?!!!!”
“Melanggar
apa lagi kali ini??”
“Perjanjian
nomor 23: utamakan belajar daripada hubungan kami”
“Pernjanjian
apa itu? Jika aku menjadi kau, aku tidak akan mengalah begitu saja padanya.
Kubabat habis yeoja itu!” tanya Ricky, kini ia membuka mulutnya.
“Yoo
Chang Hyun!! Kau tidak memiliki kemajuan.” Tanggap Hyura.
“Niel,
omongan ngaco Ricky jangan kau ambil hati, ya..” sambungnya. Niel kali ini
tersenyum tenang.
“Rasanya
aku pernah mengalami ini. Ah, aku keluar dulu ya!” Niel pun pergi keluar dari
kelas.
“Ini
karena kau, Ricky. Mungkin saja ia marah!” Hyura menyalahkan seseorang yang
berkata asal itu.
“Marah?
Bukankah tadi ia tersenyum?” tanya Ricky. Hyura pun berpikir sejenak dan
menjauh dari Ricky. Ricky tertawa kecil.
****
Niel berjalan keluar dari
ruangan kelasnya. Ia tak tahu akan kemana, tapi tak ada salahnya jika ia
mencoba mencari Young-K.
“Young-K!”
sapa Niel sedikit berteriak. Semua murid sudah masuk ke kelasnya masing-masing,
terkecuali Young-K. Young-K pun menoleh ke arah Niel dengan ragu.
Perjanjian nomor 41: ucapkan salam dengan
ceria
“Selamat
pagi!” sapa Niel dengan senyuman manisnya. Namun, Young-K tidak bereaksi
seperti biasanya, ia membalikkan badannya.
“Pagi…”
jawabnya dengan dingin. Tentu saja itu membuat Niel terkejut. Bagaimana mungkin
sifatnya berubah ketika hari terakhir perjanjian ini??
“Young-K…
Apa ada yang terjadi?” tanya Niel mencoba mendekatinya.
“Ani.”
Jawabnya singkat.
“Kenapa
lesu begitu?” gumamnya dalam hati.
Perjanjian nomor 81: harus beri semangat
saat pasangan lesu
“Young-K!
Kalau ada apa-apa, bicara saja. Ingin curhat juga, tak apa…”
“Sudah,
pergi kau sana.”
“Tapi….
Tapi kan perjanjian nomor 81 memang harus selalu memberi semangat kalau….”
Ucapan Niel terpotong oleh Young-K.
“1
pelanggaran lagi…”
“Hah?”
Young-K
membalikkan badannya sehingga mereka berhadapan.
“Perjanjian
nomor 96: cepat pergi jika pasangan sedang bête.” Ujarnya denga pelan.
“Mwo?!
Celaka! Dia sedang bête, bukan sedang lesu!” batin Niel.
“Perjanjian
nomor 128…. 5 pelanggaran dalam satu bulan… Kita putus sebagai sanksinya.”
Jelas Young-K. Mereka saling terdiam sejenak.
“Sayang
sekali, ya. Padahal 15 jam lagi sudah ganti bulan….” Kedua bola mata Young-K
mulai sedikit berkaca-kaca.
“Selamat
tinggal…” lanjutnya tersenyum penuh arti. Ia pun pergi dari hadapan Niel. Niel
yang belum mencerna dengan baik perkataan ini pun diam sejenak. Ketika ia
tersadar, tangannya mengepal.
“Ja..
Jangan bercanda!!!” teriaknya. Tak ada yang bisa mendengar teriakannya, karena mereka
berada di tempat locker, dan itu cukup jauh dari kelas.
“Mana
ada percintaan yang berpisah hanya karena ini?!” langkah kaki Young-K pun
terhenti.
“Nan…
Nan johahaeyo! Kan Min Young!” Niel terdiam sejenak untuk mengatur nafasnya.
“Apapun
yang terjadi, perasaan ini tak akan pernah berubah! Maka dari itu, aku berusaha
penuhi semua perjanjian buatanmu, sekonyol apapun itu!” sambungnya. Ucapan itu
membuat Young-K membalikkan tubuhnya.
“Ne.
Aku salah sangka. Dia berkata suka padaku, dan membelitku dengan semua
perjanjian ini… membuatku tidak pernah sempat berkata ‘suka’ padanya…” batin
Niel.
“Aku
bahagia sekali… Baru kali ini kau berkata ‘suka’..” Young-K menitikkan air
matanya, lalu segera menghapusnya.
“Niel,
kita menjadi kekasih sejak aku berkata suka padamu, tapi kau tak pernah
mengungkapkan perasaanmu yang sesungguhnya…” mereka terdiam sejenak.
“Itulah
yang selalu membuatku cemas. Makanya, aku mengukur jarakmu denganku dalam
bentuk perjanjian-perjanjian itu. Kalau kau tepati, maka kau membuat hatiku
senang..” setelah selesai dengan ucapannya, Young-K pun tersenyum senang.
“Tapi…
perjanjian nomor 128 menyuruh kita berpisah, tapi aku ingin sekali
mengingkarinya..” jelasnya.
“Gomawo..
Karena kau sudah melanggarnya. Ternyata bukan hanya aku yang merasa tidak
tenang.”
****
Ketika istirahat berlangsung,
dua sejoli ini saling bertemu di taman belakang sekolah. Mereka berdua duduk di
bawah rindangnya pohon dan berbincang-bincang dengan nyamannya.
“Kalau
dipikir-pikir aneh juga, ya.. Kita sudah sebulan berpacaran, tetapi baru kali
ini kita saling terbuka…” ujar Niel dengan nyamannya.
“Mianhae,
ne?” Young-K menundukkan kepalanya.
“Aku
akan berhenti membuat ‘janji-janji’. Semua itu sudah tidak penting.. Toh aku
sudah tahu perasaanmu padaku..” jelasnya. Niel pun menatapnya pelan.
“Aku
juga akan berhenti bersikap pasif. Aku akan jadi namja yang tegas yang tidak
akan membuatmu pergi dariku, MinYoung!” Niel menatapnya dengan senyuman
manisnya lagi.
“Jinjja?!
Yaksok?” tanya Young-K dengan wajah bersinar. Suasana saat itu sangat manis
bagi mereka.
“Lho?
Katanya sudah tidak pakai janji-janjian lagi??” canda Niel.
“Kyaa!!
Ahn Daniel!!”
***********
<3
Promises THE END <3
Untuk
love story ini tamat, tetapi masih ada yang lain lho! Jadi, keep reading ne!
Saranghae xD

Tidak ada komentar:
Posting Komentar