Selasa, 04 Juni 2013

Love Story *Chapter 2 - Promises




~Chapter 2~
<3 Promises 2 <3


Cast       :
-          Ahn Daniel (Niel)
-          Kan Min Young (MinYoung/Young-K)
-          Lee Hyun Ah (Hyura)
-          Yoo Chang Hyun (Ricky)


Namja bernama Ahn Daniel itu masih tertidur lelap ditemani mimpi yang menjadi bunga tidurnya. Entah apa yang ia impikan, tetapi kita bisa melihat bahwa tidurnya begitu lelap. Sampai ketika terdengar nada dering ponselnya berbunyi, Niel begitu kaget dan segera mencari ponselnya itu.

“Kyaaa! Kyaa! Eodiga?!!” Niel mencarinya dengan mata sedikit tertutup. Nampaknya ia masih mengantuk.
Perjanjian nomor 38: langsung balas sms yang diterima dalam kurun waktu 5 menit, isinya harus lebih dari 100 karakter.
“Young-K?! AH! Jam berapa ini?” mata Niel terbuka begitu saja ketika melihat ia mendapatkan sms dari Young-K, kekasihnya.
                Niel pun segera membalas sms dari Young-K. Ia harus memastikan kalau ia membalasnya dengan 100 huruf penuh.
To           : Young-K
                Annyeong Young-K~! Kau bangun begitu pagi, ya? Gomawo sudah membangunkanku di pagi ini… Sampai ketemu di halte, di sekolah juga!! Oh ya, apa aku sudah menulis lebih dari 100 karakter? :D
“Apa aku terlalu buruk? Aisssh! Aku rasa…. Ah, gwaenchana…” Niel pun mengirimkannya dengan cepat, karena 5 menit itu terasa sekejap saja ketika itu.
                Niel segera berdiri dan melihat ke kalender yang ia pasang di dindingnya.
“Ne, aku harus berjuang supaya kami tidak berpisah. Asalkan kami bisa genapi semua janji, kami pasti tak akan berpisah….” Gumamnya melihat kalender di dinding. Ia melingkari setiap hari yang telah ia lalui bersama Young-K. Sebenarnya hanya untuk mengingatkan sisa hari ia harus mentaati perjanjian. Karena, setelah 1 bulan, Niel dan Young-K tak akan terikat dengan semua perjanjian itu. Mereka akan berpasangan seperti pasangan lainnya.
****

>3 minggu berlalu<
                Niel memandangi kalendernya dan tersenyum lega.
“Akhirnya… sampai juga di penghujung bulan! Aku sudah lelah…” gumamnya.
“Kalau hari ini bisa kulewati dengan selamat, hubungan kami akan aman-aman saja..”
Niel segera menghampiri lemari pakaiannya untuk mengganti pakaiannnya dengan seragam sekolah. Hari ini, Young-K berkata bahwa ia tidak bisa pergi ke sekolah bersama. Ia akan pergi ke sekolah terlebih dulu, dan mereka bisa bertemu di sekolah. Niel sedikit lega dengan pernyataan itu. Saat ini, mereka lebih baik bertemu di sekolah agar tidak terjadi pelanggaran lainnya. Kita kan tidak tahu apa yang akan terjadi kelak?
“Selama 3 minggu ini, aku hanya melanggar perjanjian nomor 15.. Jadi aku hanya melakukan 4 pelanggaran dalam bulan ini…” kini ia berbicara dalam hati. Wajahnya begitu bersinar.
****
                Sesampainya di sekolah, Niel segera pergi ke dalam kelasnya. Ia masuk dengan wajah sedikit berbeda dengan sebelumnya. Sepertinya ia mendapatkan kabar bahagia. Ricky memberikan pandangan penasarannya kali ini.
“Kyaa~! Kau kenapa sekarang?” tanya Ricky menghampirinya.
“Bisakah kau melihat tanggal hari ini?” bukannya menjawab, Niel memberikan pertanyaan balik pada Ricky.
“31.. Wae?” tanya Ricky.
“Aaaaa!!! Niel!! Ini hari terakhirmu, kan?!” Hyura yang baru saja datang ke dalam kelas segera menghampiri Niel ketika mendapatinya telah datang.
“Aisssh! Bisakah kau kecilkan suaramu?” Niel merasa malu dengan tingkah temannya yang satu ini.
“Ada apa dengan tanggal 31?” tanya Ricky dengan bingungnya. Hyura sudah menatapnya bête (XD gak tau kata apa yang mesti dipake)
“Ini ada hubungannya dengan hubungan Niel…” Hyura membisikkannya pada daun telinga Ricky. Walaupun itu sebuah bisikan, namun Niel dapat mendengarnya.
“Aha! Arasseo!”
“Chukkae!” sambung Hyura.
“Jangan dulu seperti itu. Aku belum bertemu dengannya hari ini..”
“Kalau begitu kau harus bertemu dengannya sekarang!”
“Bukankah kita harus belajar?” tanya Niel.
“Kau lupa? Guru kita sedang cuti hamil.. Kkkkk~” tawa Ricky penuh dengan tanda tanya.
“Ada apa dengan tawamu?” tanya Hyura. Ricky hanya tersenyum.
“Ne, aku lupa… Tapi, Young-K pasti sedang belajar!”
“Kau beri dia sms untuk keluar sebentar…”
“Kau ingin aku melanggar lagi, hah?!!!!”
“Melanggar apa lagi kali ini??”
“Perjanjian nomor 23: utamakan belajar daripada hubungan kami”
“Pernjanjian apa itu? Jika aku menjadi kau, aku tidak akan mengalah begitu saja padanya. Kubabat habis yeoja itu!” tanya Ricky, kini ia membuka mulutnya.
“Yoo Chang Hyun!! Kau tidak memiliki kemajuan.” Tanggap Hyura.
“Niel, omongan ngaco Ricky jangan kau ambil hati, ya..” sambungnya. Niel kali ini tersenyum tenang.
“Rasanya aku pernah mengalami ini. Ah, aku keluar dulu ya!” Niel pun pergi keluar dari kelas.
“Ini karena kau, Ricky. Mungkin saja ia marah!” Hyura menyalahkan seseorang yang berkata asal itu.
“Marah? Bukankah tadi ia tersenyum?” tanya Ricky. Hyura pun berpikir sejenak dan menjauh dari Ricky. Ricky tertawa kecil.
****
                Niel berjalan keluar dari ruangan kelasnya. Ia tak tahu akan kemana, tapi tak ada salahnya jika ia mencoba mencari Young-K.
“Young-K!” sapa Niel sedikit berteriak. Semua murid sudah masuk ke kelasnya masing-masing, terkecuali Young-K. Young-K pun menoleh ke arah Niel dengan ragu.
Perjanjian nomor 41: ucapkan salam dengan ceria
“Selamat pagi!” sapa Niel dengan senyuman manisnya. Namun, Young-K tidak bereaksi seperti biasanya, ia membalikkan badannya.
“Pagi…” jawabnya dengan dingin. Tentu saja itu membuat Niel terkejut. Bagaimana mungkin sifatnya berubah ketika hari terakhir perjanjian ini??
“Young-K… Apa ada yang terjadi?” tanya Niel mencoba mendekatinya.
“Ani.” Jawabnya singkat.
“Kenapa lesu begitu?” gumamnya dalam hati.
Perjanjian nomor 81: harus beri semangat saat pasangan lesu
“Young-K! Kalau ada apa-apa, bicara saja. Ingin curhat juga, tak apa…”
“Sudah, pergi kau sana.”
“Tapi…. Tapi kan perjanjian nomor 81 memang harus selalu memberi semangat kalau….” Ucapan Niel terpotong oleh Young-K.
“1 pelanggaran lagi…”
“Hah?”
Young-K membalikkan badannya sehingga mereka berhadapan.
“Perjanjian nomor 96: cepat pergi jika pasangan sedang bête.” Ujarnya denga pelan.
“Mwo?! Celaka! Dia sedang bête, bukan sedang lesu!” batin Niel.
“Perjanjian nomor 128…. 5 pelanggaran dalam satu bulan… Kita putus sebagai sanksinya.” Jelas Young-K. Mereka saling terdiam sejenak.
“Sayang sekali, ya. Padahal 15 jam lagi sudah ganti bulan….” Kedua bola mata Young-K mulai sedikit berkaca-kaca.
“Selamat tinggal…” lanjutnya tersenyum penuh arti. Ia pun pergi dari hadapan Niel. Niel yang belum mencerna dengan baik perkataan ini pun diam sejenak. Ketika ia tersadar, tangannya mengepal.
“Ja.. Jangan bercanda!!!” teriaknya. Tak ada yang bisa mendengar teriakannya, karena mereka berada di tempat locker, dan itu cukup jauh dari kelas.
“Mana ada percintaan yang berpisah hanya karena ini?!” langkah kaki Young-K pun terhenti.
“Nan… Nan johahaeyo! Kan Min Young!” Niel terdiam sejenak untuk mengatur nafasnya.
“Apapun yang terjadi, perasaan ini tak akan pernah berubah! Maka dari itu, aku berusaha penuhi semua perjanjian buatanmu, sekonyol apapun itu!” sambungnya. Ucapan itu membuat Young-K membalikkan tubuhnya.
“Ne. Aku salah sangka. Dia berkata suka padaku, dan membelitku dengan semua perjanjian ini… membuatku tidak pernah sempat berkata ‘suka’ padanya…” batin Niel.
“Aku bahagia sekali… Baru kali ini kau berkata ‘suka’..” Young-K menitikkan air matanya, lalu segera menghapusnya.
“Niel, kita menjadi kekasih sejak aku berkata suka padamu, tapi kau tak pernah mengungkapkan perasaanmu yang sesungguhnya…” mereka terdiam sejenak.
“Itulah yang selalu membuatku cemas. Makanya, aku mengukur jarakmu denganku dalam bentuk perjanjian-perjanjian itu. Kalau kau tepati, maka kau membuat hatiku senang..” setelah selesai dengan ucapannya, Young-K pun tersenyum senang.
“Tapi… perjanjian nomor 128 menyuruh kita berpisah, tapi aku ingin sekali mengingkarinya..” jelasnya.
“Gomawo.. Karena kau sudah melanggarnya. Ternyata bukan hanya aku yang merasa tidak tenang.”
****
                Ketika istirahat berlangsung, dua sejoli ini saling bertemu di taman belakang sekolah. Mereka berdua duduk di bawah rindangnya pohon dan berbincang-bincang dengan nyamannya.
“Kalau dipikir-pikir aneh juga, ya.. Kita sudah sebulan berpacaran, tetapi baru kali ini kita saling terbuka…” ujar Niel dengan nyamannya.
“Mianhae, ne?” Young-K menundukkan kepalanya.
“Aku akan berhenti membuat ‘janji-janji’. Semua itu sudah tidak penting.. Toh aku sudah tahu perasaanmu padaku..” jelasnya. Niel pun menatapnya pelan.
“Aku juga akan berhenti bersikap pasif. Aku akan jadi namja yang tegas yang tidak akan membuatmu pergi dariku, MinYoung!” Niel menatapnya dengan senyuman manisnya lagi.
“Jinjja?! Yaksok?” tanya Young-K dengan wajah bersinar. Suasana saat itu sangat manis bagi mereka.
“Lho? Katanya sudah tidak pakai janji-janjian lagi??” canda Niel.
“Kyaa!! Ahn Daniel!!”
***********

<3 Promises THE END <3
Untuk love story ini tamat, tetapi masih ada yang lain lho! Jadi, keep reading ne! Saranghae xD

Tidak ada komentar:

Posting Komentar