Selasa, 04 Juni 2013

Love Story *Chapter 6 - Taekwondo in Love




~Chapter 6~
<3 Taekwondo in Love <3

Cast       :
-          Lee Byung Hoon (L.Joe)
-          Han Yu I (Yui)
-          Dll


Malam hari di hari jumat. Seorang yeoja tengah duduk di balik jendela kamarnya. Ia memandang luas ke angkasa. Wajahnya terlihat ragu, takut, menjadi satu.
“Yui, kau belum mengemasi barang-barangmu?” tanya kakaknya yang tiba-tiba saja mengagetkan Yui. 
 “Eh, eonni! Hehehe.. aku memang lambat..”
“Dasar kau ini! Sini eonni bantu!” eonni Yui membantu Yui untuk mengemasi barang-barangnya ke dalam kardus.
“Enak ya, eonni masih tinggal disini…” ucap Yui seraya memasukkan barang-barang miliknya ke dalam kardus dengan hati-hati.
“Kau kira mudah tinggal sendirian?”
“Coba kalau aku sudah kuliah seperti eonni..” ia kembali melamun. Eonninya merasa ada yang aneh dengan Yui. Lalu ia tersenyum.
“Sudah pamit dengan guru? Teman-teman?” tanya eonni memasukkan buku-buku milik Yui.
“Sudah..” seketika Yui melihat L.Joe di lamunannya.
“Belum..” sambungnya lagi.
“Jawab yang benar, dong… Kita harus cepat. Besok pagi tukang pindahan barang akan datang.”
“Ne?” Yui terkejut. Ia menolehkan pandangannya pada eonni.
“Lho? Bukannya kita pindah lusa?”
“Kau belum dengar ya? Pindahannya dimajukan satu hari.”
                Setelah Yui selesai mengemasi barangnya, ia segera menghampiri ponselnya. Ia mencari nomor telepon seseorang, L.Joe.
“Yeoboseyo?”
“Ah, L.Joe?”
“Mianhae, L.Joe baru saja pergi.. Tapi, ia membawa baju taekwondonya.”
“Ah, benarkah? Baiklah. Gamsahamnida..”
                Yui mematikan teleponnya.
“Dia membawa baju taekwondonya. Mungkin ia pergi ke…”
****
                Yui berlari menuju taman Dongdae secepat mungkin. Sesampainya disana, ia tak menemukan siapapun disana. Akhirnya, Yui duduk di sebuah kursi.
“Opseo.. Si siput itu..” gumamnya seraya mengatur nafasnya. Ia membayangkan peristiwa tadi sore ketika L.Joe dan Hoya bertemu di taman itu.
“Ternyata diantara kami berdua yang selalu bertarung.. bisa timbul perasaan lain. Tak kusangka..” batin Yui dalam hati. Tak disangka, ia meneteskan airmatanya. Ia bisa merasakan tetesan airmata yang mengenai tangannya.
“Lho? Kenapa begini? Kenapa tak mau berhenti mengalir?” Yui mencoba menghapus air mata, namun air mata itu tetap mengalir. Malah semakin deras ketika bayangan L.Joe hadir di matanya.
“Sebal! Aku jadi menangis gara-gara si siput itu.. L.Joe..”
               Ternyata di tempat lain, L.Joe sedang berlatih taekwondo. Ia berada di sebuah ruangan latihan. Ia berada di sekolah.
****
                Malam telah berganti. Matahari telah menggantikan bulan. Hari jumat telah berlalu. Artinya, hari ini Yui harus pindah ke Seoul. Ia sudah menunggu di depan rumahnya. Memastikan bahwa barang-barangnya dibawa dengan baik oleh jasan pindahan.
“Nah, Yui. Kau sudah siap pindah ke Seoul? Rumah milik kita, lho!” tanya eomma Yui.
“Ne..” jawab Yui tersenyum senang. Namun, dibalik semua itu, ia menyembunyikan sesuatu. Ia menunduk lagi dan bayangan L.Joe tetap singgah di pikirannya.
****
                Di tempat lain, tampak seorang pria masih berlatih di ruangan taekwondo. Hoya yang kala itu baru datang, segera menghampiri ruangan taekwondo, karena ia seorang pengurus klub jadi ia harus memastikan ruangannya aman-aman saja.
“Selamat pagi, Hoya!” sapa teman sekelas Hoya yang kebetulan lewat koridor itu.
“Ah, ne..” jawabnya dengan lesu.
“Kau masih mengantuk, ya?”
“Huaaa.. Iya nih, semalam sibuk!”
“Ngomong-ngomong siapa yang menang ya?”
“Mwo?”
“Wae? Hari ini kan haru sabtu. Pertandingan yang ke 100 itu lho…” jelasnya. Hoya menanggapinya seraya membuka pintu masuk ruangan taekwondo.
“Oh itu.. Lho? Pintunya tidak dikunci?” mereka berdua membukanya dan menemukan L.Joe dengan tanpa pakaian sedang berlatih taekwondo. Ia hanya menggunakan celana taekwondo saja.
“Byung.. Byung Hoon?!” L.Joe yang merasa dipanggil hanya menoleh sedikit dan membuang nafasnya. Lalu, ia mengenakan pakaian taekwondonya lagi. L.Joe menceritakan apa yang ia lakukan disana.
“Mwoya?!! Kau menyelinap dan berlatih semalaman disini?!!” tanya Hoya terkejut dengan pernyataan L.Joe.
“Mianhae…” jawab L.Joe.
“Kau ini punya otak tidak?!”
“Jangan marah begitu! Kan aku sudah minta maaf? Mianhae, pengumuman larangan masuk ke ruangannya sobek…”
“Bukan itu yang kupersoalkan! Tahu tidak? Semalaman aku mencarimu!!” L.Joe kebingungan. Ia tak memberikan reaksi apapun.
“Tak ada gunanya pertaruangan ke-100 itu, pabo!”
“Apa maksudmu, Hoya?”
“Kemarin malam, Yui datang ke rumahku. Dia bilang, hari kepindahannya dipercepat. Hari ini, jam 11, dia pergi naik kereta..” jelas Hoya. Tanpa menunggu penjelasan lain dari Hoya, L.Joe segera lari keluar ruangan. Ia tak peduli dengan apapun kali ini. walaupun murid-murid memperhatikannya.
“Kyaa! L.Joe!”
“Jangan bercanda! Jangan bercanda! Aku belum mengatakan apa-apa padamu! Yui.. Yui!!” batin L.Joe dalam hati.
****
                Jam sudah menunjukkan pukul 11. Yui dan keluarganya sudah pergi ke stasiun kereta api. Mereka hendak pergi ke Seoul.
“Yui, ayo naik..” ujar eommanya.
“Ah, ne.” jawab Yui dengan senyuman. Namun, ia seperti mencari sesuatu. Pandangannya melihat ke sekitar stasiun. Tentu saja, ia mencari L.Joe.
“Sudahlah, Yui. Kau tak akan bisa melihatnya lagi..” gumamnya.
“Bersama-sama belajar taekwondo. Kami tertawa berdua.. ternyata harus berpisah seperti ini. L.Joe, mianhae..” batinnya. Yui mulai masuk ke dalam stasiun. Namun, langkahnya terhenti ketika ia mendengar seseorang memanggil namanya.
“Yui!!!” Yui memundurkan lagi langkahnya dan menoleh ke belakang.
“Yui!!” tampak L.Joe berlari dari kejauhan dengan pakaian taekwondonya. Diikuti dengan Hoya di belakangnya.
“L.Joe!” wajahnya tampak senang. Tiba-tiba saja L.Joe menyerangnya dengan taekwondonya. Hoya yang saat itu mengikuti L.Joe pun tiba-tiba menjauh untuk menjaga harga dirinya.
“Aissh! Mereka mulai lagi. Memalukan saja..” kini pertarungan mereka dikerumuni oleh banyak orang. Seperti ada pertandingan taekwondo live, semuanya begitu penasaran dengan apa yang terjadi. Tapi, walaupun banyak orang memperhatikan mereka, mereka tetap serius bertarung, terutama L.Joe.
“Mereka bisa bicara dengan menggunakan taekwondo.. Hmm..” gumam Hoya dalam hati. Ia sudah lama memperhatikan pertarungan mereka. Dan ia merasa mereka memang cocok sekali.
                Tiba-tiba ketika mereka saling menyerang, Yui teringat dengan sesuatu yang terjadi di taman.
“Aku mengalah.. Aku mengalah!!” teriak Yui. L.Joe yang tangannya sudah berada di depan wajah Yui pun berhenti.
“L.Joe?” tanya Yui.
“Kurang ajar… kenapa kau tidak melawan?! Kalau tidak bisa menang secara jujur darimu, apa artinya?!!”
“Begitu ya.. dia sungguh-sungguh dalam tiap tindakannya. Baiklah.. Lakukan dengan sungguh-sungguh!” Yui bergumam lagi dalam hati.
“Mianhae, ne?” Yui pun menunjukkan kemampuan taekwondonya yang sebenarnya.
“Yang.. yang benar saja?” Hoya merasa tidak percaya.
“Begitu dong! Baru seru!” sahut L.Joe terlihat bersemangat sekali. Mereka kembali melakukan pertadingannya.
                Untunglah Yui bermain taekwondo. Taekwondo mempertemukannya dengan L.Joe. Mempertemukan mereka berdua…
“Ah! Se.. Sebal!!!” L.Joe terjatuh di lantai stasiun. Dia kalah lagi…
“Kyaa! Siput!
“Mwo?!!!”
“Aku pindah ke Seoul, kau boleh mampir kapanpun. Kutunggu pertarungan kita yang ke 101. Jangan lupa!” Yui berkata tanpa menolehkan pandangannya terhadap lawan bicaranya.
“Mwo?”
“Aku pergi dulu!!” Yui segera masuk ke dalam kereta, karena kereta akan segera berangkat.
“Yui!! Jamkkan!!” Yui pun terdiam sejenak.
“Lihat saja nanti! Jangan panggil aku siput lagi ya!” teriak L.Joe. Suasana stasiun saat itu hening. Akhirnya, Yui menolehkan kepalanya dan tersenyum.
“Sampai jumpa nanti!” ia masuk ke dalam kereta, dan tak lama kereta pun melaju menuju tujuannya. Mata L.Joe mengikuti arah perginya kereta tersebut. Kereta yang memiliki orang yang ia sukai di dalamnya.
“Dia pergi..” gumamnya. Setelah kereta itu tak bisa dilihat oleh pandangan matanya, ia membalikkan badannya.
“Nah, mulai besok kau sudah siap tempur, kan?” tanya Hoya menghampirinya.
“Bukan. Mulai hari ini. Eotte? Aku masih dilarang masuk ruang latihan taekwondo?” tanya L.Joe dengan tawa evilnya.
“Aigoo!”
****

#Taekwondo in Love THE END
Eotte? Komentar ya! Komentar berisi kritik dan saran sangat membantu ^^ Tunggu love story selanjutnnya!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar