~Chapter 6~
<3 Taekwondo in Love <3
Cast :
-
Lee Byung
Hoon (L.Joe)
-
Han Yu I (Yui)
-
Dll
Malam hari di hari jumat. Seorang yeoja tengah duduk di
balik jendela kamarnya. Ia memandang luas ke angkasa. Wajahnya terlihat ragu,
takut, menjadi satu.
“Yui,
kau belum mengemasi barang-barangmu?” tanya kakaknya yang tiba-tiba saja
mengagetkan Yui.
“Dasar
kau ini! Sini eonni bantu!” eonni Yui membantu Yui untuk mengemasi
barang-barangnya ke dalam kardus.
“Enak
ya, eonni masih tinggal disini…” ucap Yui seraya memasukkan barang-barang
miliknya ke dalam kardus dengan hati-hati.
“Kau
kira mudah tinggal sendirian?”
“Coba
kalau aku sudah kuliah seperti eonni..” ia kembali melamun. Eonninya merasa ada
yang aneh dengan Yui. Lalu ia tersenyum.
“Sudah
pamit dengan guru? Teman-teman?” tanya eonni memasukkan buku-buku milik Yui.
“Sudah..”
seketika Yui melihat L.Joe di lamunannya.
“Belum..”
sambungnya lagi.
“Jawab
yang benar, dong… Kita harus cepat. Besok pagi tukang pindahan barang akan
datang.”
“Ne?”
Yui terkejut. Ia menolehkan pandangannya pada eonni.
“Lho?
Bukannya kita pindah lusa?”
“Kau
belum dengar ya? Pindahannya dimajukan satu hari.”
Setelah Yui selesai mengemasi
barangnya, ia segera menghampiri ponselnya. Ia mencari nomor telepon seseorang,
L.Joe.
“Yeoboseyo?”
“Ah,
L.Joe?”
“Mianhae, L.Joe baru saja pergi.. Tapi, ia
membawa baju taekwondonya.”
“Ah,
benarkah? Baiklah. Gamsahamnida..”
Yui mematikan teleponnya.
“Dia
membawa baju taekwondonya. Mungkin ia pergi ke…”
****
Yui berlari menuju taman Dongdae
secepat mungkin. Sesampainya disana, ia tak menemukan siapapun disana.
Akhirnya, Yui duduk di sebuah kursi.
“Opseo..
Si siput itu..” gumamnya seraya mengatur nafasnya. Ia membayangkan peristiwa
tadi sore ketika L.Joe dan Hoya bertemu di taman itu.
“Ternyata
diantara kami berdua yang selalu bertarung.. bisa timbul perasaan lain. Tak
kusangka..” batin Yui dalam hati. Tak disangka, ia meneteskan airmatanya. Ia
bisa merasakan tetesan airmata yang mengenai tangannya.
“Lho?
Kenapa begini? Kenapa tak mau berhenti mengalir?” Yui mencoba menghapus air
mata, namun air mata itu tetap mengalir. Malah semakin deras ketika bayangan
L.Joe hadir di matanya.
“Sebal!
Aku jadi menangis gara-gara si siput itu.. L.Joe..”
Ternyata di tempat lain, L.Joe
sedang berlatih taekwondo. Ia berada di sebuah ruangan latihan. Ia berada di
sekolah.
****
Malam telah berganti. Matahari
telah menggantikan bulan. Hari jumat telah berlalu. Artinya, hari ini Yui harus
pindah ke Seoul. Ia sudah menunggu di depan rumahnya. Memastikan bahwa
barang-barangnya dibawa dengan baik oleh jasan pindahan.
“Nah,
Yui. Kau sudah siap pindah ke Seoul? Rumah milik kita, lho!” tanya eomma Yui.
“Ne..”
jawab Yui tersenyum senang. Namun, dibalik semua itu, ia menyembunyikan
sesuatu. Ia menunduk lagi dan bayangan L.Joe tetap singgah di pikirannya.
****
Di tempat lain, tampak seorang
pria masih berlatih di ruangan taekwondo. Hoya yang kala itu baru datang,
segera menghampiri ruangan taekwondo, karena ia seorang pengurus klub jadi ia
harus memastikan ruangannya aman-aman saja.
“Selamat
pagi, Hoya!” sapa teman sekelas Hoya yang kebetulan lewat koridor itu.
“Ah,
ne..” jawabnya dengan lesu.
“Kau
masih mengantuk, ya?”
“Huaaa..
Iya nih, semalam sibuk!”
“Ngomong-ngomong
siapa yang menang ya?”
“Mwo?”
“Wae?
Hari ini kan haru sabtu. Pertandingan yang ke 100 itu lho…” jelasnya. Hoya
menanggapinya seraya membuka pintu masuk ruangan taekwondo.
“Oh
itu.. Lho? Pintunya tidak dikunci?” mereka berdua membukanya dan menemukan
L.Joe dengan tanpa pakaian sedang berlatih taekwondo. Ia hanya menggunakan
celana taekwondo saja.
“Byung..
Byung Hoon?!” L.Joe yang merasa dipanggil hanya menoleh sedikit dan membuang
nafasnya. Lalu, ia mengenakan pakaian taekwondonya lagi. L.Joe menceritakan apa
yang ia lakukan disana.
“Mwoya?!!
Kau menyelinap dan berlatih semalaman disini?!!” tanya Hoya terkejut dengan
pernyataan L.Joe.
“Mianhae…”
jawab L.Joe.
“Kau
ini punya otak tidak?!”
“Jangan
marah begitu! Kan aku sudah minta maaf? Mianhae, pengumuman larangan masuk ke
ruangannya sobek…”
“Bukan
itu yang kupersoalkan! Tahu tidak? Semalaman aku mencarimu!!” L.Joe
kebingungan. Ia tak memberikan reaksi apapun.
“Tak
ada gunanya pertaruangan ke-100 itu, pabo!”
“Apa
maksudmu, Hoya?”
“Kemarin
malam, Yui datang ke rumahku. Dia bilang, hari kepindahannya dipercepat. Hari
ini, jam 11, dia pergi naik kereta..” jelas Hoya. Tanpa menunggu penjelasan
lain dari Hoya, L.Joe segera lari keluar ruangan. Ia tak peduli dengan apapun
kali ini. walaupun murid-murid memperhatikannya.
“Kyaa!
L.Joe!”
“Jangan
bercanda! Jangan bercanda! Aku belum mengatakan apa-apa padamu! Yui.. Yui!!”
batin L.Joe dalam hati.
****
Jam sudah menunjukkan pukul 11.
Yui dan keluarganya sudah pergi ke stasiun kereta api. Mereka hendak pergi ke
Seoul.
“Yui,
ayo naik..” ujar eommanya.
“Ah,
ne.” jawab Yui dengan senyuman. Namun, ia seperti mencari sesuatu. Pandangannya
melihat ke sekitar stasiun. Tentu saja, ia mencari L.Joe.
“Sudahlah,
Yui. Kau tak akan bisa melihatnya lagi..” gumamnya.
“Bersama-sama
belajar taekwondo. Kami tertawa berdua.. ternyata harus berpisah seperti ini.
L.Joe, mianhae..” batinnya. Yui mulai masuk ke dalam stasiun. Namun, langkahnya
terhenti ketika ia mendengar seseorang memanggil namanya.
“Yui!!!”
Yui memundurkan lagi langkahnya dan menoleh ke belakang.
“Yui!!”
tampak L.Joe berlari dari kejauhan dengan pakaian taekwondonya. Diikuti dengan
Hoya di belakangnya.
“L.Joe!”
wajahnya tampak senang. Tiba-tiba saja L.Joe menyerangnya dengan taekwondonya.
Hoya yang saat itu mengikuti L.Joe pun tiba-tiba menjauh untuk menjaga harga
dirinya.
“Aissh!
Mereka mulai lagi. Memalukan saja..” kini pertarungan mereka dikerumuni oleh
banyak orang. Seperti ada pertandingan taekwondo live, semuanya begitu
penasaran dengan apa yang terjadi. Tapi, walaupun banyak orang memperhatikan
mereka, mereka tetap serius bertarung, terutama L.Joe.
“Mereka
bisa bicara dengan menggunakan taekwondo.. Hmm..” gumam Hoya dalam hati. Ia
sudah lama memperhatikan pertarungan mereka. Dan ia merasa mereka memang cocok
sekali.
Tiba-tiba ketika mereka saling
menyerang, Yui teringat dengan sesuatu yang terjadi di taman.
“Aku
mengalah.. Aku mengalah!!” teriak Yui. L.Joe yang tangannya sudah berada di
depan wajah Yui pun berhenti.
“L.Joe?”
tanya Yui.
“Kurang
ajar… kenapa kau tidak melawan?! Kalau tidak bisa menang secara jujur darimu,
apa artinya?!!”
“Begitu
ya.. dia sungguh-sungguh dalam tiap tindakannya. Baiklah.. Lakukan dengan
sungguh-sungguh!” Yui bergumam lagi dalam hati.
“Mianhae,
ne?” Yui pun menunjukkan kemampuan taekwondonya yang sebenarnya.
“Yang..
yang benar saja?” Hoya merasa tidak percaya.
“Begitu
dong! Baru seru!” sahut L.Joe terlihat bersemangat sekali. Mereka kembali
melakukan pertadingannya.
Untunglah Yui bermain taekwondo.
Taekwondo mempertemukannya dengan L.Joe. Mempertemukan mereka berdua…
“Ah!
Se.. Sebal!!!” L.Joe terjatuh di lantai stasiun. Dia kalah lagi…
“Kyaa!
Siput!
“Mwo?!!!”
“Aku
pindah ke Seoul, kau boleh mampir kapanpun. Kutunggu pertarungan kita yang ke
101. Jangan lupa!” Yui berkata tanpa menolehkan pandangannya terhadap lawan
bicaranya.
“Mwo?”
“Aku
pergi dulu!!” Yui segera masuk ke dalam kereta, karena kereta akan segera
berangkat.
“Yui!!
Jamkkan!!” Yui pun terdiam sejenak.
“Lihat
saja nanti! Jangan panggil aku siput lagi ya!” teriak L.Joe. Suasana stasiun
saat itu hening. Akhirnya, Yui menolehkan kepalanya dan tersenyum.
“Sampai
jumpa nanti!” ia masuk ke dalam kereta, dan tak lama kereta pun melaju menuju
tujuannya. Mata L.Joe mengikuti arah perginya kereta tersebut. Kereta yang
memiliki orang yang ia sukai di dalamnya.
“Dia
pergi..” gumamnya. Setelah kereta itu tak bisa dilihat oleh pandangan matanya,
ia membalikkan badannya.
“Nah,
mulai besok kau sudah siap tempur, kan?” tanya Hoya menghampirinya.
“Bukan.
Mulai hari ini. Eotte? Aku masih dilarang masuk ruang latihan taekwondo?” tanya
L.Joe dengan tawa evilnya.
“Aigoo!”
****
#Taekwondo in Love THE END
Eotte?
Komentar ya! Komentar berisi kritik dan saran sangat membantu ^^ Tunggu love
story selanjutnnya!!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar