Selasa, 04 Juni 2013

Love Story *Chapter 4 - Love in Locker




~Chapter 4~
<3 Love in a Locker 2 <3
Cast       :
-          Yoo Chang Hyun (Ricky)
-          Lee Hyun Ah (Hyura)
-          Dll

“Ne. Setelah itu, aku menulis jawaban dan memasukkannya ke dalam locker. Dan mulailah kami surat-suratan…”
“Aku… mungkin sudah terpikat padanya..” Ricky sangat serius ketika menceritakan semuanya.

“Ne?” tanya Hyura kaget.
“Aku tidak ingin hanya dapat dorongan saja darinya. Aku juga ingin melakukan sesuatu untuknya..” jelas Ricky. Hyura mendengarkannya dengan serius.
“Itulah sebabnya, aku harus turun di pertandingan regular kali ini. agar dia bisa melihatku berjuang di lapangan. Saat itu juga, aku akan menyatakan perasaanku padanya. Makanya aku tulis surat dan berkata, ‘kalau aku turun di pertandingan regular nanti, kita bisa bertemu, kan?’.”
“Lalu, apa dia membalasnya?” tanya Hyura.
“Tentu. Itu kan artinya dia menyetujuinya…” jawab Ricky. Kini ia menatap Hyura dengan senyuman.
“Oh, jadi seperti itu… Kau menyukainya...”
“Haha… Ne, aku baru menyadari itu.”
“Ah, jinjja! Ternyata kau memiliki cerita yang daebak!” Hyura pun memberikan ibu jarinya.
“Eh, aku sudah sampai. Ricky, gomawo sudah memberitahuku sebuah rahasiamu. Haha… Aku janji akan menutupinya rapat-rapat. Oh ya, sampai bertemu besok!!” Hyura menyampaikan selamat tinggal kepada Ricky. Mereka sudah sampai di persimpangan jalan, dan itu harus memisahkan mereka.
“Ne.. Gomawo sudah mau mendengarkan! Haha… Sampai bertemu besok!” Ricky pun pergi ke arah kiri. Ia merasa lega telah menceritakannya pada Hyura. Ia yakin Hyura bisa menjaga rahasia itu.
****
                Malam itu sungguh dingin. Hyura duduk di meja belajarnya dengan diselimuti jaket tebal. Angin yang mencoba masuk melalui kaca jendela itu menunjukkan bahwa cuaca malam itu sedang tidak baik. Hyura memutuskan untuk tinggal di dalam kamarnya saja.
                Tak lama, terdengar sebuah deringan ponselnya. Sebuah telepon masuk. Hyura segera mengangkatnya.
“Yeoboseyo?” Hyura menjawab teleponnya.
“Ah, kau Yui, kan? Ne, lama tak bertemu…”
“Jinjja?? Kalau begitu, aku ikut senang.. Berarti kita bisa bersama lagi, kan??”
“Haha… Ne.. Sampai bertemu lagi..” Hyura menutup teleponnya. Ia mendapatkan telepon dari teman semasa kecilnya, Yui. Ia berkata kalau ia akan pindah ke kota yang sama dengan Hyura. Sehingga mereka mungkin saja berada di sekolah yang sama.
“Hyura?” ujar eomma Hyura yang masuk ke kamar Hyura untuk memberikan susu. Walaupun Hyura sudah besar, tetapi eomma-nya tetap selalu memberikannya susu.
“Eomma? Gomawoyo..” jawab Hyura ketika susunya datang.
“Ne… Oh ya, eomma dengar Yui dan keluarganya akan pindah lagi. Kau pasti senang, kan??” tanya eomma. Ia duduk di samping Hyura untuk berbincang-bincang.
“Tentu saja, eomma! Kuharap kita bisa berada di sekolah yang sama!” jawab Hyura dengan penuh antusias.
“Tentu saja bisa! Yui akan sekolah di Deongduk Girls High School. Jika kau mau, kau bisa pindah juga. Kau kan masih kelas 1 SMA, jadi tidak apa-apa…” jelas eomma. Sebenarnya, dari dulu eomma ingin sekali menyekolahkan Hyura ke sekolah itu. tapi, Hyura lebih memilih sekolah yang dekat dan tidak hanya yeoja disana.
“Kalau begitu, aku akan memikirkannya lagi, eomma.. Tapi, sepertinya menyenangkan!”
“Tentu saja, Hyura~ah… Kau lanjutkan belajarmu.. Eomma tinggal dulu, ya..” eomma pun pergi dari kamar Hyura.
                Hyura memiliki keluarga yang menyenangkan. Serba berkecukupan dan perhatian terhadap anaknya. Bagaimana tidak? Hyura merupakan anak tunggal, sehingga orangtuanya bisa memberikan perhatian yang lebih pada Hyura. Oleh karena itu, ia menganggap Yui sebagai kakaknya sendiri. Padahal, Hyura lebih dulu lahir daripada Yui.
“Jika aku pindah sekolah, maka….. argggh!” Hyura menenggelamkan kepalanya di balik bantal.
****
                Di sekolah, bel berbunyi kedua kalinya. Tanda waktunya istirahat tiba! Semua murid berhamburan keluar ruangan kelasnya masing-masing. Tak terkecuali Ricky. Ia segera mendekati ruangan locker dan membuka locker miliknya. Dan benar dugaannya, ‘M’ memberikannya surat lagi.
“Ah! Dari M lagi!” Ricky segera membukanya dengan senyuman di bibirnya. Tapi, ketika ia membaca isi surat itu, raut wajahnya berubah. Senyumannya hilang. Matanya terlihat membesar karena kaget.
Untuk Yoo Chang Hyun
Juisonghaeyo.. aku tak bisa menemuimu. Aku juga tak bisa menulis surat untukmu lagi. Kumohon, berjuanglah untuk pertandingan regular nanti! Selamat tinggal… :’)
Dari ‘M’
“Mwo?! Apa ini? Apa maksudnya?” gumamnya dengan raut wajah cemas.
****
                Waktunya pulang sekolah. Ricky mengikuti latihan basket. Hari itu, pembagian pemain, jadi Ricky sangat menunggunya. Tetapi, raut wajahnya kali ini berbeda dengan sebelumnya. Sepertinya ada sesuatu yang mengganjal di hatinya.
                Semua pemain berkumpul di tengah lapang untuk mendengarkan penjelasan pelatih.
“Akan kubacakan siapa saja yang turun di pertandingan regular minggu depan.” pelatih membuka buku catatannya yang nampak seperti daftar hadir.
“Center, Bang Min Soo.”
“Siap!”
“Forward, Choi Jong Hyun.”
“Siap!”
“Guard, Yoo Chang Hyun….” ketika pelatih memanggil namanya, ia tak meresponnya. Sepertinya ia sedang melamunkan sesuatu.
“Yoo Chang Hyun? Kenapa tidak menyahut?” tanya pelatih.
“Ah, ne?” Ricky pun tersadar.
“Kau sudah menanti-nantikan hal ini kan? Ayo dong semangat!” pelatih memberikan semangat kepada Ricky. Karena ia sudah tahu, semuanya sudah tahu kalau Ricky sangat menginginkan posisi ini. Ricky memejamkan mata dan menunduk.
“Siap. Gamsahamnida…” jawabnya dengan lesu. Hyura sebagai manager yang melihat sikap Ricky Ricky pun kaget dengan perbedaannya.
****
                Keesokan harinya, suasana sekolah saat itu masih sepi. Belum banyak murid yang datang ke sekolah. Terlihat seorang wanita berseragam dan berambut panjang yang masuk ke ruangan locker. Ia berdiri mendekati salah satu locker dan memasukkan sesuatu ke dalamnya. Seperti sebuah surat.
Untuk Yoo Chang Hyun
                Tertera tulisan itu di amplopnya.
“Kenapa? Katanya sudah tidak bisa menulis lagi?” tiba-tiba terdengar suara seseorang dari samping. Wanita itu terlihat kaget sekali. Akhirnya, mata mereka pun saling bertemu.
“Hyu.. Hyura?!” ternyata Ricky memergoki seseorang yang mengirim surat di lockernya. Ia berangkat pagi sekali untuk melihat siapa ‘M’ itu. Dan ternyata usahanya tidaklah sia-sia. Ia menemukan wanita ‘M’ itu. Tetapi, ternyata Hyura yang ada disana. Teman sekelas, manager, yang cukup dekat dengannya.
“Ah! Ri.. Ricky!” Hyura sangat terkejut. Ia bingung harus berbuat apa. Melarikan diri atau diam di tempatnya? Yang jelas, kakinya seakan sulit untuk bergerak.
“Jadi.. Selama ini.. Kau… M itu singkatan dari manager? Tadinya aku juga sempat curiga seperti itu.” Ricky menatap tajam Hyura.
“Semuanya berjalan dengan baik. Tapi, wae? Kau memang sengaja mempermainkanku, ya?” tanya Ricky dengan tatapan tajam lagi. Sepertinya ia sedang marah.
“Bu.. Bukan begitu..” jawab Hyura dengan gugupnya.
“Bukan apanya?!! Lalu apa artinya tindakanmu ini?!!”
“Aku.. Aku benar-benar ingin mendukungmu, Ricky! Aku ingin kau terus bermain basket!”
“Kalau begitu, kenapa di surat terakhir, kau?” tanya Ricky. Hyura terlihat sangat takut Ricky benci padanya. Ia memejamkan mata dan menunduk.
“Aku.. Waktu kau bilang, mungkin kau sudah terpikat pada ‘M’, aku langsung bingung. Ingin berpaling ke belakang, tapi tak bisa. Aku harus segera pindah ke tempat yang jauh…” Hyura pun membuka matanya perlahan. Ia masih menunduk. Air matanya mulai menetes.
“Sejak dulu, aku memang sudah suka…” ketika Hyura berkata seperti itu, Ricky terkaget. Matanya kembali membesar.
“Aku tidak ingin menyambut perasaanmu. Karena perpisahan ini pasti akan terasa lebih menyakitkan… Bisa membuatmu semangat saja sudah membuatku senang, kok... Asalkan bisa melihatmu main basket dengan penuh semangat. Tapi…”
“Kau ingin bicara apa?” tanya Ricky dengan tatapan tajam lagi.
“Kau sudah memberiku semangat, tapi sekarang mau berpaling? Jangan memutuskan seenaknya saja, dong. Hubungan kita, kan… memang sudah dimulai.” Jelas Ricky memberikan senyuman kecil, namun sangat berarti. Hyura yang mendengarnya, segera menatap Ricky dengan kaget.
“Ne..” tiba-tiba saja Hyura memeluk Ricky. Air matanya kembali bercucuran. Ricky membalasnya dengan pelukan hangat juga.
****



#Love in a Locker THE END
Gimana?? Kalau suka komentar ya ^^ Komentar chingu akan sangat berarti bagi saya ^^
Tunggu chapter selanjutnya!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar