~Chapter 4~
<3 Love in a Locker 2 <3
Cast :
-
Yoo Chang
Hyun (Ricky)
-
Lee Hyun
Ah (Hyura)
-
Dll
“Ne.
Setelah itu, aku menulis jawaban dan memasukkannya ke dalam locker. Dan
mulailah kami surat-suratan…”
“Aku…
mungkin sudah terpikat padanya..” Ricky sangat serius ketika menceritakan
semuanya.
“Ne?”
tanya Hyura kaget.
“Aku
tidak ingin hanya dapat dorongan saja darinya. Aku juga ingin melakukan sesuatu
untuknya..” jelas Ricky. Hyura mendengarkannya dengan serius.
“Itulah
sebabnya, aku harus turun di pertandingan regular kali ini. agar dia bisa
melihatku berjuang di lapangan. Saat itu juga, aku akan menyatakan perasaanku
padanya. Makanya aku tulis surat dan berkata, ‘kalau aku turun di pertandingan
regular nanti, kita bisa bertemu, kan?’.”
“Lalu,
apa dia membalasnya?” tanya Hyura.
“Tentu.
Itu kan artinya dia menyetujuinya…” jawab Ricky. Kini ia menatap Hyura dengan
senyuman.
“Oh,
jadi seperti itu… Kau menyukainya...”
“Haha…
Ne, aku baru menyadari itu.”
“Ah,
jinjja! Ternyata kau memiliki cerita yang daebak!” Hyura pun memberikan ibu
jarinya.
“Eh,
aku sudah sampai. Ricky, gomawo sudah memberitahuku sebuah rahasiamu. Haha… Aku
janji akan menutupinya rapat-rapat. Oh ya, sampai bertemu besok!!” Hyura
menyampaikan selamat tinggal kepada Ricky. Mereka sudah sampai di persimpangan
jalan, dan itu harus memisahkan mereka.
“Ne..
Gomawo sudah mau mendengarkan! Haha… Sampai bertemu besok!” Ricky pun pergi ke
arah kiri. Ia merasa lega telah menceritakannya pada Hyura. Ia yakin Hyura bisa
menjaga rahasia itu.
****
Malam itu sungguh dingin. Hyura
duduk di meja belajarnya dengan diselimuti jaket tebal. Angin yang mencoba
masuk melalui kaca jendela itu menunjukkan bahwa cuaca malam itu sedang tidak
baik. Hyura memutuskan untuk tinggal di dalam kamarnya saja.
Tak lama, terdengar sebuah
deringan ponselnya. Sebuah telepon masuk. Hyura segera mengangkatnya.
“Yeoboseyo?”
Hyura menjawab teleponnya.
“Ah,
kau Yui, kan? Ne, lama tak bertemu…”
“Jinjja??
Kalau begitu, aku ikut senang.. Berarti kita bisa bersama lagi, kan??”
“Haha…
Ne.. Sampai bertemu lagi..” Hyura menutup teleponnya. Ia mendapatkan telepon
dari teman semasa kecilnya, Yui. Ia berkata kalau ia akan pindah ke kota yang
sama dengan Hyura. Sehingga mereka mungkin saja berada di sekolah yang sama.
“Hyura?”
ujar eomma Hyura yang masuk ke kamar Hyura untuk memberikan susu. Walaupun
Hyura sudah besar, tetapi eomma-nya tetap selalu memberikannya susu.
“Eomma?
Gomawoyo..” jawab Hyura ketika susunya datang.
“Ne…
Oh ya, eomma dengar Yui dan keluarganya akan pindah lagi. Kau pasti senang,
kan??” tanya eomma. Ia duduk di samping Hyura untuk berbincang-bincang.
“Tentu
saja, eomma! Kuharap kita bisa berada di sekolah yang sama!” jawab Hyura dengan
penuh antusias.
“Tentu
saja bisa! Yui akan sekolah di Deongduk Girls High School. Jika kau mau, kau
bisa pindah juga. Kau kan masih kelas 1 SMA, jadi tidak apa-apa…” jelas eomma.
Sebenarnya, dari dulu eomma ingin sekali menyekolahkan Hyura ke sekolah itu.
tapi, Hyura lebih memilih sekolah yang dekat dan tidak hanya yeoja disana.
“Kalau
begitu, aku akan memikirkannya lagi, eomma.. Tapi, sepertinya menyenangkan!”
“Tentu
saja, Hyura~ah… Kau lanjutkan belajarmu.. Eomma tinggal dulu, ya..” eomma pun
pergi dari kamar Hyura.
Hyura memiliki keluarga yang
menyenangkan. Serba berkecukupan dan perhatian terhadap anaknya. Bagaimana
tidak? Hyura merupakan anak tunggal, sehingga orangtuanya bisa memberikan
perhatian yang lebih pada Hyura. Oleh karena itu, ia menganggap Yui sebagai
kakaknya sendiri. Padahal, Hyura lebih dulu lahir daripada Yui.
“Jika
aku pindah sekolah, maka….. argggh!” Hyura menenggelamkan kepalanya di balik
bantal.
****
Di sekolah, bel berbunyi kedua
kalinya. Tanda waktunya istirahat tiba! Semua murid berhamburan keluar ruangan kelasnya
masing-masing. Tak terkecuali Ricky. Ia segera mendekati ruangan locker dan
membuka locker miliknya. Dan benar dugaannya, ‘M’ memberikannya surat lagi.
“Ah!
Dari M lagi!” Ricky segera membukanya dengan senyuman di bibirnya. Tapi, ketika
ia membaca isi surat itu, raut wajahnya berubah. Senyumannya hilang. Matanya
terlihat membesar karena kaget.
Untuk Yoo Chang Hyun
Juisonghaeyo.. aku tak bisa menemuimu. Aku
juga tak bisa menulis surat untukmu lagi. Kumohon, berjuanglah untuk
pertandingan regular nanti! Selamat tinggal… :’)
Dari ‘M’
“Mwo?!
Apa ini? Apa maksudnya?” gumamnya dengan raut wajah cemas.
****
Waktunya pulang sekolah. Ricky
mengikuti latihan basket. Hari itu, pembagian pemain, jadi Ricky sangat
menunggunya. Tetapi, raut wajahnya kali ini berbeda dengan sebelumnya.
Sepertinya ada sesuatu yang mengganjal di hatinya.
Semua pemain berkumpul di tengah
lapang untuk mendengarkan penjelasan pelatih.
“Akan
kubacakan siapa saja yang turun di pertandingan regular minggu depan.” pelatih
membuka buku catatannya yang nampak seperti daftar hadir.
“Center,
Bang Min Soo.”
“Siap!”
“Forward,
Choi Jong Hyun.”
“Siap!”
“Guard,
Yoo Chang Hyun….” ketika pelatih memanggil namanya, ia tak meresponnya.
Sepertinya ia sedang melamunkan sesuatu.
“Yoo
Chang Hyun? Kenapa tidak menyahut?” tanya pelatih.
“Ah,
ne?” Ricky pun tersadar.
“Kau
sudah menanti-nantikan hal ini kan? Ayo dong semangat!” pelatih memberikan
semangat kepada Ricky. Karena ia sudah tahu, semuanya sudah tahu kalau Ricky
sangat menginginkan posisi ini. Ricky memejamkan mata dan menunduk.
“Siap.
Gamsahamnida…” jawabnya dengan lesu. Hyura sebagai manager yang melihat sikap
Ricky Ricky pun kaget dengan perbedaannya.
****
Keesokan harinya, suasana
sekolah saat itu masih sepi. Belum banyak murid yang datang ke sekolah.
Terlihat seorang wanita berseragam dan berambut panjang yang masuk ke ruangan
locker. Ia berdiri mendekati salah satu locker dan memasukkan sesuatu ke
dalamnya. Seperti sebuah surat.
Untuk Yoo Chang Hyun
Tertera tulisan itu di
amplopnya.
“Kenapa?
Katanya sudah tidak bisa menulis lagi?” tiba-tiba terdengar suara seseorang
dari samping. Wanita itu terlihat kaget sekali. Akhirnya, mata mereka pun
saling bertemu.
“Hyu..
Hyura?!” ternyata Ricky memergoki seseorang yang mengirim surat di lockernya.
Ia berangkat pagi sekali untuk melihat siapa ‘M’ itu. Dan ternyata usahanya
tidaklah sia-sia. Ia menemukan wanita ‘M’ itu. Tetapi, ternyata Hyura yang ada
disana. Teman sekelas, manager, yang cukup dekat dengannya.
“Ah!
Ri.. Ricky!” Hyura sangat terkejut. Ia bingung harus berbuat apa. Melarikan
diri atau diam di tempatnya? Yang jelas, kakinya seakan sulit untuk bergerak.
“Jadi..
Selama ini.. Kau… M itu singkatan dari manager? Tadinya aku juga sempat curiga
seperti itu.” Ricky menatap tajam Hyura.
“Semuanya
berjalan dengan baik. Tapi, wae? Kau memang sengaja mempermainkanku, ya?” tanya
Ricky dengan tatapan tajam lagi. Sepertinya ia sedang marah.
“Bu..
Bukan begitu..” jawab Hyura dengan gugupnya.
“Bukan
apanya?!! Lalu apa artinya tindakanmu ini?!!”
“Aku..
Aku benar-benar ingin mendukungmu, Ricky! Aku ingin kau terus bermain basket!”
“Kalau
begitu, kenapa di surat terakhir, kau?” tanya Ricky. Hyura terlihat sangat
takut Ricky benci padanya. Ia memejamkan mata dan menunduk.
“Aku..
Waktu kau bilang, mungkin kau sudah terpikat pada ‘M’, aku langsung bingung.
Ingin berpaling ke belakang, tapi tak bisa. Aku harus segera pindah ke tempat
yang jauh…” Hyura pun membuka matanya perlahan. Ia masih menunduk. Air matanya
mulai menetes.
“Sejak
dulu, aku memang sudah suka…” ketika Hyura berkata seperti itu, Ricky terkaget.
Matanya kembali membesar.
“Aku
tidak ingin menyambut perasaanmu. Karena perpisahan ini pasti akan terasa lebih
menyakitkan… Bisa membuatmu semangat saja sudah membuatku senang, kok...
Asalkan bisa melihatmu main basket dengan penuh semangat. Tapi…”
“Kau
ingin bicara apa?” tanya Ricky dengan tatapan tajam lagi.
“Kau
sudah memberiku semangat, tapi sekarang mau berpaling? Jangan memutuskan
seenaknya saja, dong. Hubungan kita, kan… memang sudah dimulai.” Jelas Ricky
memberikan senyuman kecil, namun sangat berarti. Hyura yang mendengarnya,
segera menatap Ricky dengan kaget.
“Ne..”
tiba-tiba saja Hyura memeluk Ricky. Air matanya kembali bercucuran. Ricky
membalasnya dengan pelukan hangat juga.
****
#Love
in a Locker THE END
Gimana??
Kalau suka komentar ya ^^ Komentar chingu akan sangat berarti bagi saya ^^
Tunggu
chapter selanjutnya!!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar